Bisa Dipercaya

Pukuli Anak Tentara, Dua Remaja Ditangkap

_20160427_143153Palembang – Diduga terlibat aksi pengeroyokan, dua remaja berinisial AR (18), warga Jalan Talang Kerangga kelurahan 30 Ilir Palembang dan J (18) warga Jalan Sultan Mansur kelurahan 32 Ilir, diringkus petugas Mapolsek Ilir Barat (IB) ll Palembang. Keduanya diringkus di rumahnya masing-masing, Selasa (26/4).

Tertangkapnya kedua pelaku tersebut berdasarkan laporan dari korban, Riki (18) yang beberapa saat usai kejadian melaporkan aksi pengeroyokan terhadap dirinya ke Mapolsek IB II, Sabtu (10/4) lalu.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, pengeroyokan tersebut bermula saat korban, Riki (18) bersama beberapa rekannya berpapasan dengan tujuh pelaku yang sedang nongkrong di Jalan Rambutan, 30 Ilir Palembang. Satu per satu korban dan rekannya ditanya tempat tinggal masing-masing. Saat ditanya, korban pun menjawab dengan jujur jika dirinya tinggal di kelurahan 29 Ilir Palembang.

Berita Sejenis
1 daripada 3.093

Ternyata, para pelaku sedang mengincar siapa pun remaja asal kelurahan 29 Ilir karena pernah ribut dengan kelompok pelaku. Alhasil, korban digebuki para pelaku dengan kayu balok dan tangan kosong. Sedangkan rekan korban dibiarkan pergi karena beralamat di kampung lain.

Salah satu tersangka AR mengaku memiliki dendam cukup lama bahkan pernah terlibat tawuran antar mereka. Meski tidak memiliki nama geng khusus, namun kelompoknya sepakat akan melukai lawannya jika bertemu.

“Itu sudah dendam lama, masalah kami. Siapapun itu, terlibat atau tidak kalAU asal 29 Ilir kami akan pukuli. Kami tidak tahu kalo dia (korban) anak seorang tentara,” ungkap tersangka AR di Mapolsek Ilir Barat II Palembang, Rabu (27/4).

Sebelum ditangkap, kedua tersangka mengaku tidak mengetahui mereka dipolisikan. Seperti biasa mereka tetap nongkrong di tempat kejadian untuk menunggu lawan yang lain. “Tahunya dia anak kampung sebelah, masalah dia anak tentara kami tidak tahu,” kata tersangka J.

Kapolsek Ilir Barat II Palembang Kompol Ahmad Firdaus mengatakan, petugas sedang memburu lima pelaku lain yang turut terlibat. Sementara korban merupakan anak seorang TNI yang bertugas di Denpom Palembang.

“Akarnya karena masalah dendam antar remaja. Korban yang tidak tahu sama sekali persoalannya malah dikeroyok. Atas perbuatannya itu, kedua tersangka dikenakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman di atas lima tahun penjara” tutup Firdaus. (korankito.com/kardo)