Ribut Sesama Temen Sekelas Berujung di Kantor Polisi

Jpeg

Palembang-Keributan sesama teman sekolah berujung di kantor polisi. Adalah JN (16), warga Jalan Sultan Mansyur, Kelurahan Bukit Kecil, Kecamatan Ilir Barat (IB) II, Palembang, melapor ke kantor polisi lantaran merasa telah dianiaya temen sekelas di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta, Senin (25/4).

Tak terima atas perbuatan temannya AS (17),  JN melaporkannya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

Menurut JN,  kejadian bermula saat jam istirahat, ia menemui terlapor untuk mengklarifikasi bahwa dirinya tidak pernah meminta foto mesum dari terlapor. Lalu, ia berkata kalau tidak ada bukti jangan sembarangan berbicara.

“Dari situlah kami terlibat cekcok mulut, lalu tanpa diduga dia langsung menggenggam leher baju saya, menampar dan memukul di bagian wajah saya, kira-kira sebanyak enam kali,” jelasnya.

Akibatnya, korban sempat mengalami kejang-kejang, serta sesak nafas dan langsung dilarikan oleh guru ke Rumah Sakit Charitas Palembang. “Dari rumah sakit itu, langsung mendapatkan hasil visum,” katanya.

Ayah JN, Marzuki mengaku tidak senang dengan perlakuan AS sehingga  membawa kasusnya ke jalur hukum. “Saya tidak senang anak saya dia pukul, kita menghakimi maling saja bisa terjerat hukum,” ucapnya.

Kepala SPKT Polresta Palembang, Cek Mantri mengatakan, anggotanya telah menerima laporan dari korban dan akan segera menindaklanjutinya. “Memang ada laporan dari masyarakat yang telah dianiaya, kita akan menyelidiki terlebih dahulu. Kalau, terlapor bersalah akan dikenakan pasal 351 KUHP,” ujarnya singkat.korankito.com/deny