Mau Naik Haji, 40 Lansia Asal Ogan Ilir Tertipu Biro Travel

 

_20160426_160152Palembang-Kandas sudah impian menunaikan ibadah haji dan umrah 40 orang warga Ogan Ilir setelah ditipu biro travel yang beralamat di Jalan RE Martadinata, Kecamatan Kalidoni, Palembang.

Terlapor berinisial SB, Ketua Biro Travel As-Syifa yang saat ini tidak diketahui lagi keberadaannya.

Akibat penipuan SB, para korban yang rata-rata sudah lanjut usia ini   mengalami total kerugian mencapai miliaran rupiah. Pelapor berjumlah enam orang mewakili para korban yang berasal dari beberapa desa di Kecamatan Payaraman, Ogan Ilir, Sumsel.

Salah satu pelapor, Ishak (64) menuturkan, mereka awalnya mendaftar haji tahun 2012 dan dijanjikan berangkat pada tahun yang sama. Para korban menyetor uang mulai Rp40 juta hingga Rp 50 juta per orang.

“Sempat dijanjikan akan umrah, tapi lama-lama kami melihat ada kejanggalan,” ujar Ishak saat ditemui usai melapor di Mapolda Sumsel, Selasa (26/4).

Masih dikatakan Ishak, setelah terlapor didesak, tiba-tiba waktu yang dijanjikan ternyata batal dan diganti tahun berikutnya. Setelah menggelar hajatan karena waktu keberangkatan sudah dekat, tiba-tiba terlapor mengumumkan penundaan dengan alasan visa belum terbit.

Kaget mendengar pernyataan terlapor, para korban mendesak dijamin keberangkatannya. Namun, terlapor justru mengganti haji dengan umrah. Korban pun sepakat lantaran sudah ingin berangkat ke Tanah Suci.

Terlapor menjanjikan semua korban diumrahkan secepatnya. Lagi-lagi janji itu hanya isapan jempol hingga tiga kali janji keberangkatan semuanya batal.

“Kami 40 orang sudah cukup sabar dijanjikan terus. Haji lewat, umrah pun batal. Padahal sejak tahun 2012,” ujarnya.

Dikatakannya, para korban kerap menghubungi terlapor untuk mengembalikan uang. Namun, terlapor mengaku sedang berada di luar kota sehingga tak bisa ditemui. “Intinya kami mau uang kami kembali biar bisa daftar haji atau umrah di tempat lain. Kalau ditotalkan bisa miliaran uang kami sama dia (terlapor),” ujarnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Djarod Padakova mengatakan, laporan korban sudah diterima dengan tanda bukti lapor nomor STTLP/307/IV/2016/SPKT. Terlapor akan dipanggil untuk dimintai keterangan dan jika terbukti bersalah dikenakan pasal 372 dan 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan.

“Terlapor segera kita panggil. Dan akan kita proses langsung,  Nanti status hukumnya menunggu keterangan yang bersangkutan,” pungkas Djarod.korankito.com/kardo