Bisa Dipercaya

Aksi Jambret Digagalkan Korban

_20160426_013610Palembang – Nasib apes harus dialami AR (17), aksi jambret yang dilakukannya terbongkar lantaran keberanian sang korban Ratih (26), warga Jalan Puncak Sekuning, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, siang itu, Senin (24/4) pelaku dan korban sama-sama melaju di kawasan tersebut. Saat korban hendak mendahului sepeda motor pelaku, pelaku melihat kalung perhiasan yang dipakai oleh korban. Melihat hal itu, timbul niat pelaku Rio untuk menjambret kalung itu. Saat ada kesempatan, pelaku langsung menarik kalung korban dan melarikan diri dengan sepeda motornya.

Meski sudah menjadi korban penjambretan, tapi Ratih tidak langsung berteriak ataupun panik, malahan korban dengan sabar mengikuti sepeda motor pelaku. Setelah melihat sepeda motor pelaku berhenti di Jalan Balap Sepeda atau tepatnya di depan Stasiun TVRI, korban langsung menangkap pelaku sambil berteriak. Mendengar teriakan tersebut, warga sekitar dan pengendara yang melintas langsung membantu korban untuk menangkap pelaku. Setelah berhasil menangkap pelaku, korban bersama warga langsung menyerahkan ke Polsek IB II.

Berita Sejenis

Meilia : Utamakan Penunjang Akademik Mahasiswa

Innalillahi, Kepala DPMDP3A Empatlawang Tutup Usia

Aline Adita Umumkan Tanggal Pernikahan

1 daripada 3.099

Dari tangan pelaku (AR) yang tercatat warga Jalan Veteran Kecamatan Ilir Timur (IT) ll Palembang ini, polisi berhasil mengamankan sepeda motor Honda Revo dengan nomor polisi BG 5510 JAB yang digunakan pelaku untuk melakukan penjambretan.

Dihadapan polisi, pelaku (AR) mengaku nekat melakukan aksi penjambretan dikarenakan tidak ada uang untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) motornya.”Baru pertama kali ini pak, aku melakukan penjambretan. Rencananya, uang hasil penjambretan itu mau saya gunakan untuk membeli minyak motor pak,” ungkap AR yang mengaku tamatan SMP di Mapolsek IB II, Selasa (26/4).

Kaposek Ilir Barat II Palembang, Kompol Ahmad Firdaus mengimbau warga sebaiknya tidak mengenakan perhiasan yang mencolok dan menaruh tas di sampin saat berkendara. Sebab, hal itu bisa mengundang niat kriminal dari penjahat jalanan.

“Lindungi diri sendiri, simpan baik-baik barang-barangnya. Jangan sampai mengundang orang berbuat jahat. Sementara untuk tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP, maksimal lima tahun penjara,” pungkasnya. (korankito.com/kardo)