Pemanfaatan Pasar Talang Kelapa, Pemkot Surati Kemendag

IMG_20160411_144822_editPalembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang berencana menyurati Kementrian Perdagangan (Kemendag) untuk mendapatkan izin pemanfaatan Pasar Talang Kelapa yang secara administratif telah selesai sejak Desember 2015 lalu. Hal ini disampaikan Plt Asisten I Kota Palembang, Herly Kurniawan saat menggelar rapat pemanfaatan Pasar Talang Kelapa di kantor Walikota Palembang, Jum’at (22/4).

Herly mengatakan, pembangunan pasar dengan nilai investasi sekitar Rp6 miliar ini sudah lama selesai tetapi masih belum bisa dimanfaatkan. Sementara masyarakat sudah banyak yang mengajukan berkas untuk mendapatkan los dan kios di pasar tersebut.

“Sembari menunggu proses administrasi tersebut maka untuk mempercepat pemanfaatan pasar, Walikota akan menyurati Kementerian Perdagangan untuk izin pemanfaatan pasar sehingga pasar bisa segera digunakan,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan turun langsung dalam mengatasi beberapa kendala yang masih ada.  Ia mencontohkan diantaranya hal-hal yang mesti dipenuhi dari Tata Kota. “Maka kita sendiri yang akan jemput bola apa yang mesti dilengkapi dan segera diselesaikan, jika tidak seperti itu dan terus menunggu itu akan semakin lama selesainya,” jelasnya.

Ia mengungkapkan Pemkot akan mulai bergerak menyelesaikan kendala yang masih ada pada pekan depan. Setelah itu pihaknya pun akan segera membuat tim verifikasi untuk siapa saja yang berhak menempati pasar tersebut.

“Sesuai dengan amanat Walikota bahwa 100 persen pemilik kios dan los pasar adalah pedagang. Tidak boleh dari pengusaha dan institusi mana pun. Jadi benar-benar pedagang dan bukan oknum tertentu yang menguasai. Kita akan bentuk tim khusus,” tegasnya.

Menurutnya, tim verifikasi yang dibentuk diantaranya berasal dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), kepala bagian hukum, camat juga lurah setempat. Para pedagang yang menjadi prioritas berjualan di pasar itu adalah para pedagang sekitar, pihak kecamatan akan menyerahkan daftar pedagang dan akan diverifikasi oleh tim.

“Mereka yang berhak adalah benar-benar pedagang dengan dilihat dari Kartu Tanda Penduduk (KTP), foto los dan dagangannya yang saat ini. Camat Alang-Alang Lebar (AAL) sudah komitmen untuk mendorong pedagang yang berjualan dipinggir jalan saat ini untuk masuk ke dalam, sehingga tidak ada lagi Pedagang Kaki Lima (PKL),” terangnya.

Sementara itu Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop Palembang, Juni Haslansi menambahkan, bangunan pasar terdiri dari dua lantai yang dipergunakan untuk musholah, kantor dan toilet. Pasar Talang Kelapa ini memiliki kios sebanyak 59 los dan kios itu sudah banyak diminati, bahkan lebih dari 100 orang yang sudah mendaftar dan akan di verifikasi.

“Selain los dan kios, di halaman pasar pun bisa dimanfaatkan untuk berjualan seperti yang ada di Pasar KM 5 sekarang. Nah, untuk menggunakan pasar ini, pemerintah akan mengirimkan surat ke Kementerian, surat sedang dikonsepkan,” pungkasnya. Korankito.com/ria