Walhi Gelar Karnaval Hari Bumi

IMG_20160422_092720Palembang – Untuk memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April hari ini, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menggelar berbagai macam kegiatan. Salah satunya yakni karnaval lingkungan yang dimulai dari pelataran Benteng Kuto Besak hingga Kambang Iwak Palembang.

Kepada wartawan, Koordinator Peringatan Hari Bumi Walhi, Chandra Anugrah Surya mengatakan bahwa kondisi bumi kini kian rapuh. Hal ini dikarenakan perusakan yang dilakukan oleh manusia baik secara sengaja ataupun tidak disengaja. Selain dampak lingkungan yang rusak, cuaca yang ekstrim pun menjadi dampak yang dirasakan saat ini.

“Tujuan kita dengan karnaval ini ingin menghimbau dan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang Hari Bumi, karena kondisi bumi saat ini harus diperhatikan oleh pemerintah dan masyarakat,” tegas Chandra.

Ia melanjutkan dampak dari kebakaran hutan, penebangan liar, membuang sampah sembarangan, emisi gas karbon, asap knalpot adalah sebagian hal dalam keseharian kita yang merusak bumi. Tanpa disadari hal itu akan berdampak kepada anak dan cucu kita nantinya.

“Kami menganggap bumi tidak bulat lagi, bumi sudah compang camping karena kurangnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan eksploitasi yang berlebihan hingga merusak lingkungan,”  ujar Chandra seraya menambahkan bahwa tuntutan Walhi kepada para pihak yang terkait dalam pembakaran hutan kemarin gagal, karena itu pihaknya mengadakan karnaval ini untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya lingkungan yang sehat.

Sementara, Dadang Sudarja selaku Ketua Dewan Nasional Walhi mengatakan memperingati Hari Bumi ini pun Walhi menggelar Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup (PNLH) yang digelar di Palembang. Kenapa ? Karena Sumsel punya sejarah kerusakan hutan yang parah.

“Kami berharap dengan PNLH ini dapat mendorong seluruh aspek baik dari masyarakat, perusahaan, dan pemerintah dapat lebih memperhatikan lingkungan. Karnaval hari ini adalah simbolis dari dukungan Walhi untuk menciptakan bumi yang lestari,” tukasnya.

Pada kegiatan karnaval yang di gelar Walhi memperingati Hari Bumi ini dihadiri sejumlah pejabat baik dari lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel maupun Pemerintah Kota Palembang. Terut hadir juga Ketua DPRD Sumsel, M Giri Ramanda.

Giri mengatakan bahwa Sumsel pernah mempunyai pengalaman buruk tentang kerusakan lingkungan sehingga mendorong para wakil rakyat untuk pembuatan Perda Karhutla. “Saya berharap tahun ini tidak ada lagi kebakaran hutan dan perusakan serta eksploitasi lingkungan yang berlebihan,” tegasnya. korankito.com/ejak