Pecahkan Rekor, Kunto Hartono Ngedrum 145 Jam Nonstop

IMG_20160421_162845_HDRPalembang – Pemegang rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) dan Guinness World Record bermain drum selama 122 jam 25 menit nonstop, Konto Hartono akan memecahkan rekornya sendiri. Kunto berencana akan bermain drum selama 145 jam nonstop untuk memecahkan rekor sebelumnya pada Hari Jadi Kota Palembang di Benteng Kuto Besak Palembang.

“25 tahun saya sudah bermain drum, dulunya saya penjahit celana jins dan tukang sol sepatu,” ujar Kunto menceritakan secara singkat kisah hidupnya saat menggelar jumpa pers bersama rekan wartawan di Palembang, Kamis (21/4).

Diungkapkannya, pemecahan rekor pertama dirinya pada 29 Desember 2003 – 1 Januari 2004 di Jakarta Selatan, dimana ia bermain drum selama 74 jam tanpa henti. Sedangkan rekor kedua, ia pecahkan di kota Malang pada 27 Desember 2011 – 1 Januari 2012 selama 122 jam 25 menit nonstop memainkan drum.

“Nah, untuk pemecahan rekor dunia selanjutnya akan dilakukan di Palembang. Mengapa ? Karena berdasarkan mimpi saya ketika tidur tergambar suatu jembatan yang terpancang 2 tiang dan saya cicipi airnya rasanya tawar. Selain itu memang prinsip saya harus melakukan pemecahan rekor di kota yang lebih tua dari kota sebelumnya,” ungkapnya.

Menurut Kunto, pemecahan rekor di Palembang nantinya akan digelar pada 27 Mei – 3 Juni 2016 di pelataran BKB. Ia akan bermain drum selama 7 hari 7 malam nonstop dan akan menjadi even musik dan konser terlama di dunia.

“Sebelumnya pada 26 Juni – 30 Juni 2010 di kota Surabaya, saya juga melakukan pemecahan rekor namun dibatalkan pada jam ke 86 karena lampu padam,” ujar kunto.

Untuk kedua rekor yang ia pecahkan, Kunto mengatakan semuanya ia lakukan odi luar ruangan. Untuk itu sebelum even digelar, dirinya akan meninjau terlebih dahulu kondisi BKB nantinya.

“Saya tahu ini event yang terberat dalam hidup saya. Persiapan akan saya mulai pada 1 Mei 2016 untuk menyesuaikan kondisi dengan lingkungan Palembang. Saya akan dikarantina pada saat itu juga. Untuk suplemen saya akan mengkonsumsi parutan kunyit, 2 kuning telur ayam kampung dan 2 sendok madu,” kata Kunto seraya menambahkan saat even digelar ia akan melakukan istirahat selama 15 menit setiap 8 jam ngedrum sedangkan untuk pemeriksaan medis merupakan kebijakan dari pihak penyelenggara yakni Guinness World Record.

Untuk teknis pemecahan rekor, Kunto menjelaskan  dirinya harus memainkan drum dengan lagu berbeda, dimana setiap 4 jam tidak boleh ada lagu yang sama dimainkan. Ia juga akan berkolaborasi dengan musisi lainnya, bahkan dengan penyanyi dangdut, religius, band indi, tarian daerah.

”Untuk pengesahan pemecahan rekor ini, saya akan direkam oleh 5-10 kamera bahkan streaming untuk mengikuti setiap kegiatan saya, bahkan ketika saya istirahat pun akan dipantau,” jelas Kunto.

Sementara, Kiki Fanani selaku penyelenggara mengatakan konsep pemecahan rekor kali ini adalah Bangkitkan Semangat Negri Indonesia. Di pemecahan rekor dunia kali ini, pihaknya juga ingin memecahkan rekor Muri dengan mengundang para graffiti Palembang untuk pemecahan rekor Muri grafiti terpanjang di Palembang.

“Peraturan dari Guinness World Record event ini free atau gratis untuk penontonnya. Untuk setiap peralatan dan perlengkapan, kami telah menyiapkan cadangan untuk setiap item yang digunakan, ini dilakukan demi mencegah terjadinya kesalahan teknis yang akan terjadi seperti di Surabaya tahun 2010 lalu,” pungkas Kiki. ejak