Diduga Gelapkan Surat Tanah, Notaris Dipolisikan

IMG-20160421-WA0024Palembang-Lantaran surat tanah miliknya tidak dikembalikan, Ketua Yayasan Batanghari Sembilan, Syarkowi Sirod mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Kamis (21/4), untuk melaporkan notaris EM atas dugaan penggelapan surat tanah milik yayasan.

Dalam laporannya, Syarkowi menyebutkan kejadian tersebut, bermula saat ia hendak membuat sertifikat tanah seluas 3.000 meter persegi atas nama Yayasan Batanghari Sembilan di kawasan Jalan Mayor Ruslan. Ketika itu, dirinya menunjuk EM sebagai notaris pembuatan sertifikat tanah.

Setelah itu, Syarkowi menyerahkan dokumen persyaratan peningkatan status pembuatan sertifikat tanah, pada 2 Juni 2015 lalu. Namun, menurutnya dalam proses pembuatan itu, EM telah mengulur waktu, dan terdengar kabar tanah tersebut sudah pindah ke tangan orang lain.

“Dia terus mengulur-ulur waktu pembuatan sertifikat itu, padahal berkasnya sudah hampir satu tahun kami serahkan. Dan, kini kami mendapatkan kabar kalah tanah itu, mau dijual ke orang lain,” ucap Syarkowi saat melaporkan kejadian tersebut.

Menurutnya, sebelum membawa permasalahan ini ke jalur hukum, pihaknya sudah berupaya menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan, dengan berkordinasi lewat Majelis Kehormatan Notaris. Namun, sangat disayangkan upaya itu, gagal dikarenakan tidak menemukan kesepakatan.

“Kami meminta kepada petugas, agar tegas dalam menyelesaikan kasus ini. Dia, selalu berkelit, kami juga berharap, pengaduan ini diproses sesuai hukum, sertia izin notaris dia dicabut,” tegasnya.

Kasat Reskrim Kompol, Maruly Pardede yang dikonfirmasi terkait laporan itu menyebut, akan mendalami laporan korban. “Pelapor sudah kita mintai keterangan. Nantinya kita juga akan memeriksa saksi-saksi dan mempelajari barang bukti yang ada, termasuk surat perjanjian dan berita acara serah terima berkas pembuatan sertifikat milik yayasan kepada notaris,” terang Kasat.korankito.com/deny