Bisa Dipercaya

Saksi Tak Hadir, Sidang Kasus Muba Langsung Masuk Tahap Tuntutan

20160420_100602Palembang – Sidang lanjutan kasus suap persetujuan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2014 dan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Musi Banyuasin 2015, yang seharusnya menghadirkan saksi-saksi yang meringankan untuk terdakwa Darwin AH, Rabu (20/4) dibatalkan. Pembatalan tersebut dikarenakan kedua saksi yakni sopir dan ajudan terdakwa Darwin AH berhalangan hadir.

Sidang yang dipimpin Hakim Parlas Nababan ini akan dilanjutkan  Senin (25/4) dengan agenda tuntutan. Kuasa hukum terdakwa, Mil Benny  mengatakan, meski kedua saksi berhalangan hadir, namun kedua saksi sudah pernah di-BAP oleh KPK.

“Kedua saksi yakni Dedi dan Sudar. Mereka ini sopir dan ajudan dari Pak Darwin,” katanya usai persidangan.

Berita Sejenis
1 daripada 3

Dalam BAP kedua saksi menuturkan, pada saat pertemuan di Hotel Swarna Dwipa, Darwin AH tidak datang dan lebih memilih  kembali ke Muba atau Sekayu. “Beliau pulang ke Sekayu karena ada acara tahlilan orangtuanya,” jelasnya.

Sementara itu untuk tuntutan yang akan diajukan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Wiraksa Jaya mengatakan, timnya sedang mempersiapkan materi penuntutan yang akan dibacakan pada hari Senin mendatang.

Mengenai ketidakhadiran, Wira menjelaskan tidak mempermasalahkan karena pihaknya merasa sudah cukup dengan saksi-saksi yang dihadirkan di persidangan sebelumnya.

Mengenai ancamana tuntutan, JPU KPK Kristanti mangatakan,  sesuai dengan pasal yang dikenakan kepada terdakwa. Selain itu juga akan melihat hal-hal yang memberatkan dan meringankan para terdakwa.  “Ya kita akan lihat yang memberatkan dan meringankan. Semua ada pertimbangan,” pungkasnya.korankito.com/ria