Bisa Dipercaya

Perampok 3 Kilogram Emas Ditangkap

_20160420_150136Palembang-Syafri Deni alias Codet (34), tersangka perampok yang menewaskan seorang pedagang emas, kini harus meringkuk di sel tahanan polisi.

Codet diringkus aparat saat sedang tidur di rumahnya di Desa Tanjung Gelam, Kecamatan Indralaya, Ogan Ilir, Selasa (19/4) sekitar pukul 15.00 WIB. Polisi menyita satu unit mobil Kijang Innova B 8433 IR yang digunakan pelaku saat beraksi.

Di hadapan petugas, buruh bangunan ini mengaku,  perampokan tersebut dilakukan bersama empat rekannya, RB, BR, UJ, dan ML, dengan mengendarai mobil miliknya, 5 April 2015 sekitar pukul 06:30.

Berita Sejenis
1 daripada 10

Tersangka sudah sejak lama mengincar korban, Eriyanto (35), warga Jalan Mangga II, Kelurahan Lebung Gajah, Kecamatan Sematang Borang, Palembang, yang biasa berjualan emas di kalangan Tanjung Lago, Banyuasin.

“Perampokan itu sudah saya rencanakan sejak lama, dan korban juga sudah lama kami incar” ungkap Codet, Rabu (20/4).
Selain itu, Codet juga mengaku telah membuntuti korban yang mengendarai sepeda motor. Tiba di lokasi kejadian tepatnya di Jembatan 3 Jalan Tanjung Api Api Banyuasin, mobil menabrak motor korban dari belakang hingga tersungkur.

Kemudian, korban dimasukkan dalam mobil dalam kondisi pingsan. Tangan dan kaki diikat, sementara mata dan mulut korban dilakban

Kemudian para pelaku mengambil seluruh emas dagangan korban seperti cincin, kalung, liontin, dan anting dengan total berat 3 kilogram.

Puas mendapatkan hasil rampokan, pelaku membuang korban di semak-semak di Talang Jambi, Kecamatan Sukarami, Palembang. Selang beberapa jam, korban ditemukan dalam kondisi tewas.

“Waktu itu dapatnya tiga kilo emas, kami jual borongan Rp 75 juta. Saya tidak tahu kalo korban meninggal, karena pas kami buang itu cuma pingsan,” ujarnya.

Dari hasil penjualan emas tersebut, tersangka Codet mengaku mendapat bagian Rp10 juta. Sementara sisanya dibagi kepada empat rekannya. “Cuma dapatnya segitu. Buat makan keluarga,” ujarnya.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Kristovo mengungkapkan, tersangka ditangkap berdasarkan laporan yang masuk ke Polsek Sukarami dengan nomor LPB/685/V/2015/Sek Sukarami tanggal 5 April 2015. Setelah diselidiki, petugas mengetahui keberadaan tersangka.

“Empat pelaku lain masih dalam pengejaran kita. Untuk tersangka dikenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian kekerasan,” pungkasnya. (korankito.com/krdo)