Mau Jadi Satpam Pertamina Malah Tertipu

IMG-20160420-WA0009 (1)Palembang-Syaiful (50), warga Jalan Slamet Ryadi, Lawang Kidul, Kelurahan 5 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II, Palembang, harus kehilangan uang sebesar Rp20 Juta setelah tergiur menjadi petugas keamanan alias Pertamina. Merasakan dirugikan,  Syaiful melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Selasa (20/4).

Kepaa petugas, dirinya mengatakan, kejadian tersebut berawal pada Januari 2015 lalu, terlapor Rian Saputra (38), menawarksn pekerjaan sebagai satpam Pertamina Plaju. Namun, untuk biaya adminitrasi, Syaiful harus membayar terlebih dahulu Rp20 juta.

Karena tertarik memasukan anaknya dan percaya dengan ucapan terlapor yang mengaku sebagai Kepala Pertamina di bagian Migas, serta behubungan dekat dengan adik iparnya, Syaiful pun  menerima tawaran Rian.

“Setelah itu, kami bertemu dengan dia dikontrakannya di kawasan Kalidoni. Pertama, dia meminta Rp25 juta. Namun, setelah melakukan negosiasi, kami sepakat Rp20 Juta. Lalu, uang itu saya transfer empat kali dengan nominal Rp5 juta per sekali transfer,” ucapnya.

Hanya saja, lanjut pedagang buah ini, setelah uang yang diminta terlapor dibayar lunas. Anaknya yang dijanjikan bekerja sejak bulan Agustus 2015 hingga saat ini tidak diterima bekerja.

“Saya sempat menghubungi dia, namun nomor handphone dia sudah tidak aktif lagi. Saya cari ke rumah kontrakan dia, sudah tidak ada lagi. Semoga, dia cepat ditangkap,” harapnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede melalui Kepala SKPT Ipda Purnama mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan untuk kemudian dilakukan penyelidikan. “Jika terbukti pelaku bisa dikenakan pasal 378 dengan ancaman 4 tahun penjara,” katanya. (korankito.com/deny)