Bisa Dipercaya

Sosialisasi Tata Bangunan Lewat Lomba Pop Up Book Tingkat SMA/SMK

IMG_20160418_092914Palembang – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU Pera) terus melakukan kampanye penataan bangunan dan lingkungan. Kampanye ini dilakukan agar pertumbuhan bangunan di Sumatra Selatan (Sumsel) tidak berdampak negatif di kemudian hari. Kampanye dilakukan dengan menggelar lomba Pop Up Book Tingkat SMA/SMK di Palembang.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Sumsel, Husni mengatakan, penyelenggaraan bangunan gedung perlu diatur dan dibina demi kelangsungan dan peningkatan kehidupan, sekaligus mewujudkan bangunan yang fungsional, andal, berjatidiri dan serasi dengan lingkungannya.

“Maksudnya untuk meningkatkan pengetahuan penyelenggaraan bangunan gedung negara. Dalam pelaksanaannya, persyaratan administratif dan teknis perlu diperhatikan terkait dengan keandalan bangunan gedung, yang menjamin adanya kepastian hukum bagi bangunan gedung yang melakukan pelanggaran,” ucapnya di sela pembukaan Lomba Pop Up Book Tingkat SMA/SMK di Palembang, Senin (18/4).

Berita Sejenis
1 daripada 2

Ia mengungkapkan, para pelaku pembangunan wajib memperhatikan daya dukung lingkungan. Keterbatasan ruang terbuka hijau dan air tanah merupakan salah satu dampak negatif dari penyelenggaraan bangunan gedung yang tidak memperhatikan persyaratan tata ruang yang berlaku. Selain itu, agar dapat memberikan jaminan kepastian hukum bagi penyelenggara bangunan gedung serta menjamin kelayakan fungsi dan keselamatan pengguna bangunan khususnya di Sumsel.

“Ini harus terus dicegah dan diatasi, guna menjaga keseimbangan ekosistem dan lingkungan binaan yang ada. Semua instansi yang ada dapat mengajak masyarakat menciptakan suatu lingkungan binaan yang terpadu, serasi dan selaras secara utuh dan menyeluruh,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Ahmad Zulkarnain mengatakan, kegiatan kampanye terkait penataan bangunan dan lingkungan itu dilakukan rutin setiap tahun. Dalam Lomba Pop Up Book Tingkat SMA/SMK itu merupakan kampanye dan edukasi bidang penataan bangunan dan lingkungan tentang bangunan gedung kepada masyarakat khususnya generasi muda. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan bangunan gedung di daerah yang andal, selaras, serasi dengan lingkungannya.

“Untuk lomba Pop Up Book diikuti oleh 10 SMA/SMK se-Palembang dengan total 100 orang. Diantaranya SMA Negeri 1, SMAN 3, SMAN 6, SMAN 6, SMAN 10, SMAN 17, SMAN 18, SMA Muhammadiyah 1, SMKN4, SMA Xaverius 1, dan SMA Kusuma Bangsa,” katanya.

Selain lomba pop up, ia melanjutkan, juga digelar lomba penyusunan action plan bidang penataan bangunan dan lingkungan yang diikuti oleh 6 universitas di Palembang. Seperti Universitas Sriwijaya, Universitas Muhammadiyah, Universitas Yayasan IBA, Universitas Tridinanti, Universitas Indo Global Mandiri, Universitas Katolik Musi Charitas. Jumlah peserta 100 orang mahasiswa.

“Untuk sosialiasai ini dibiayai dengan dana APBN berdasarkan dipa satker penataan bangunan dan lingkungan kegiatan pembinaan penataan bangunan dan lingkungan provinsi Sumsel tahun anggaran 2016,” tandasnya. (korankito.com/reno)