Perubahan Status Hambat Penyerahan 1.020 Ijazah Alumni UIN Raden Fatah

IMG_20160419_143016_HDRPalembabg-Korkit- Hingga Selasa (19/4), ijazah 1.020 wisudawan/i UIN Raden Fatah Palembang tertunda akibat perubahan struktural dan administrasi IAIN menjadi UIN.

Sejak Januari lalu, ijazah wisudawan/i UIN Raden Fatah belum bisa didapatkan oleh para alumni.  Padahal bagi mereka yang telah lulus uji skripsi seharusnya mendapatkan ijazah. Namun lantaran adanya peralihan status menjadi universitas praktis berbagai sektor pun ikut berubah. Termasuk masalah administrasi.

Mirwan Fasta Sag, Msi, (46), Kabag Akademi UIN Raden Fatah  mengatakan, perubahan kelembagaan IAIN menjadi UIN Raden Patah tentunya berimplikasi terhadap format ijazah pun harus ada dalam ketentuan lembaran negara. Paling tidak hal ini menjadi penghambat keluarnya ijazah dan juga terkendala masalah belum adanya Rektor yang dilantik.

Saat ini yang ada hanya pengganti sementara yaitu Rektor lama yang menggantikan sementara posisi Rektor yang belum dilantik. ”Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ada Rektor yang dilantik. Tidak mungkin kan di ijazah nanti ditandatangani oleh pengganti sementara,” katanya.

Diakuinya, kebijakan pimpinan saat itu untuk menunda menerbitkan ijazah sampai terpilih dan dilantiknya Rektor baru.  Namun sampai sekarang masih belum juga dilantik. “Kami juga berdoa agar secepatnya ada pelantikan Rektor baru sehingga bisa mengatasi ijazah yang belum terbit. Untuk para alumni, kami memberikan surat keterangan lulus sebagai pengganti ijazah sementara jikalau mereka ingin melamar kerja,” katanya.

Menurutnya, pihaknya sudah mengirimkan surat permohonan kepada Kementerian Agama mengenai penerbitan ijazah ini karena tidak ingin nantinya akan ada kesalahan.

“Ada dua hal yang kami tunggu dalam penerbitan ijazah ini yang pertama adalah balasan dari Kementerian Agama, kedua adalah telah atau akan dilantiknya Rektor yang akan menandatangani ijazah tersebut,” kata Mirwan.korankito.com/ejak