Bisa Dipercaya

Divonis 14 Tahun, Bandar Nakorba Langsung Menerima Vonis Hakim

IMG_20160419_173539Palembang -Majelis hakim memvonis terdakwa Zainal Abidin (58), warga Jalan Slamet Riyadi, Lorong Kemas 1, RT 04, Kelurahan Kuto Batu, Kecamatan IT II, Palembang, dengan hukuman penjara 14 tahun,  pada sidang lanjutan di ruang sidang Pengadilan Negeri Palembang, Selasa (19/4).

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim H Purwadi, SH, Mhum, menjelaskan hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Hal yang memberatkan terdakwa yakni tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika. Selain itu narkotika juga merusak generasi muda.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa berjanji tidak akan mengulangi perbuatanny dan memiliki tanggungan 6 orang anak.

Berita Sejenis

1500 Ekstasi Diamankan di Dalam Bus AKAP

Butuh Uang, Pengangguran Antarkan Pesanan Sabu

Bandar Sabu Berduel Dengan Polisi

1 daripada 41

“Menghukum terdakwa Zainal Abidin selama 14 tahun dikurangi selama terdakwa menjalani masa penahanan sementara serta dipidana denda sebesar Rp2 miliar subsidair enam bulan penjara. Barang bukti satu paket sabu seberat 79,21 gram dirampas dan dimusnahkan,” kata hakim Purwadi.

Pada persidangan sebelumnya terungkap bahwa terdakwa beserta dua teman lainnya (Puji Astuti dan Djo Jon Hon alias Su Kung) ditangkap oleh pihak Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, pada Desember 2015. Mereka diringkus karena menjadi perantara jual beli narkotika jenis sabu seberat 79,21 gram.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Sumsel, Neny Karmila SH, mengatakan, terdakwa Zainal Abidin yang merupakan bandar narkoba golongan 1 jenis sabu, tebukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana percobaan pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotik, yakni tanpa hak atau melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I yang beratnya melebihi 5 (lima) gram. Perbuatannya dijerat dalam pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) Undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Majelis hakim mempersilahkan terdakwa untuk berkonsultasi dengan penasehat hukum apakah menerima atau akan mengajukan banding. “Jangan anggap hukuman itu terlalu berat. Banyak yang dijatuhi hukuman seumur hidup, 20 tahun bahkan hukuman mati. Silakan kalau mau banding atau menerima,” ujarnya.

Zainal Abidin langsung menyatakan menerima vonis yang dijatuhkan majelis hakim. (korankito.com/ria)