Bermanfaat, Perda Larangan Merokok Tak Akan Direvisi

Palembang – DPRD kota Palembang tidak akan merevisi Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang sudah ada. Perda tersebut akan lebih diperkuat sehingga masyarakat dan lingkungan yang ada di Palembang menjadi lebih sehat.

Hal Ini diungkapkan anggota Komisi III DPRD Kota Palembang, Antoni Yuzar saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/4) kemarin.

Antoni menegaskan, bawah pihaknya tidak akan melakukan revisi terhadap Peraturan Daerah Perda nomor 7 tahun 2009 tentang Kawsan Tanpa Rokok (KTR). Pihaknya melihat manfaat dari adanya Perda KTR itu lebih bagus. “Ini menyangkut kesehatan orang banyak, kami tidak akan mungkin melakukan revisi demi kepentingan kelompok,” kata politisi PKB ini.

Menurut Antoni, dengan adanya Perda ini petani tembakau dan pengusaha rokok merasa dirugikan maka sebaiknya mereka beralih dengan usaha lainnya. Ini hanya sebuah anggapan saja sehingga mereka menilai perda ini merugikan usaha mereka.

“Merokok sangat membahayakan bagi kesehatan, bukan hanya perokok saja namun perokok pasif juga terkena dampaknya sehingga diterbitkan Perda ini. Kita tidak ingin Perda ini hanya diberlakukan dikawasan tertentu namun alangkah baiknya perda ini diberlakukan disemua
kawasan, sehingga orang-orang yang merokok tidak dengan mudah merokok disembarang tempat,” kata Antoni.

Hal senada diungkapan Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Palembang,  Harobain Mustofa mengatakan Perda KTR yang diterbitkan merupakan turunan dari Undang-Undang. Perda ini tepat diberlakukan, karena dengan Perda ini maka akan mengatur orang (perokok) untuk tidak merokok di sembarang tempat.

“Perokok pasif lebih berbahaya ketimbang perokok aktif untuk itu orang dilarang untuk merokok sembarang. Perda KTR ini hanyadiberlakukan di tempat-tempat tertentu saja, sehingga masih diberikan keleluasaan juga kepada para perokok,” kata Harobain.

Dikatakan Harobian, kurang tepat jika pengusaha rokok dan tembakau mengklaim mengalami kerugian dengan adanya Perda ini. Pengusaha rokok mengalami kerugian disebabkan kondisi ekonomi yang saat ini memang sedang tidak baik.

“Perokok kan sekarang tidak begitu banyak lagi, karena masyarakat sadar merokok sangat membahayakan kesehatan sehingga masyarakat memilih untuk berhenti merokok. Untuk itu seharusnya jangan menyalahkan Perda  dong,”pungkasnya. (korankito.com/reno)