Bisa Dipercaya

Kuliah Umum Gubernur Alex Noerdin Pukau Mahasiswa UII

IMG_3232 (1)Seorang pemimpin haruslah memiliki pemikiran yang visioner, berani bertanggung jawab, dan mampu berinovasi. Daerah menjadi maju karena dipimpin oleh pemimpin yang memiliki inovasi, kreatif dan berani bertanggung jawab demi rakyatnya serta punya tekad membangun daerah yang dipimpinnya.

Ini diungkapkan Gubernur Sumsel Alex Noerdin saat memberikan kuliah umum dalam rangka Milad ke 73 Tahun UII dengan tema Kepemimpinan Inovatif untuk Membangun Generasi Bangsa Berdaya Saing Global di Auditorium Kahar Mudzzakir, UII Yogyakarta, Senin (18/4).

“Kunci keberhasilan dalam memimpin suatu daerah dalam menghadapi persaingan global yakni inovasi, kreatif, aktif dan punya tekad. Kalau kepala daerah tidak inovatif, tidak akan bisa. Inilah yang harus dimiliki seorang pemimpin bagaimana dia mampu mencari investor agar dana dapat mengalir ke daerahnya,” ujar Alex.

Berita Sejenis

Kemajuan IT Muba Terdepan Di Sumsel

Sumsel Smart And Care Resmi Dilaunching

Alex Noerdin : Pokoknya Sumsel Tetap Siap

1 daripada 22

Di kuliah umum itu, Alex memaparkan bahwa pembangunan di Sumsel dia lakukan awalnya berupa pemenuhan hak dasar rakyat terlebih dahulu yakni pendidikan, kesehatan dan pemenuhan lapangan pekerjaan.

“Awalnya kita penuhi dulu hak dasar rakyat yakni pendidikan dan kesehatan. Di Sumsel, sekolah gratis bukan hanya untuk siswa SD, SMP, SMA saja tetapi juga sudah ke tingkat perguruan tinggi. Ada 60 program study yang dibiayai Pemrov Sumsel. Kemudian dari segi kesehatan, yakni program berobat gratis,” papar Alex.

Setelah program tersebut terlaksana, menurut Alex, barulah Sumsel melakukan berapa inovasi yakni menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan olahraga yang bersifat internasional. Awalnya setelah menyelenggarakan PON 2004, Sumsel menjadi tuan rumah Sea Games 2011, tuan rumah Islamic Solidarity Games, Asean University Games dan kejuaraan dunia lainnya sebelum menyatakan kesanggupan menjadi salah satu penyelenggaraan Asian Games 2018.

“Setelah kegiatan tersebut berlangsung, investor berbondong-bondong ke Sumsel. Mereka percaya daerah yang mampu menyelenggarakan kegiatan tingkat dunia pasti daerah yang aman, yang cocok buat berinvestasi,” kata Gubernur dua periode ini.

Selain banyaknya investor yang datang, dilanjutkan Alex, kegiatan penyelenggaraan olahraga menyebabkan pembangunan infrastruktur di Sumsel pun meningkat.

“Kita pun membangun dua jembatan baru, beberapa fly over dan pembangunan KEK Tanjung Api Api serta jalan tol. Kalau saya tidak berinovasi menjadikan Sumsel sebagai daerah penyelenggaraan olahraga, tidak akan ada pembangunan yang begitu banyak di Sumsel,” lanjut Alex.

Alex mengungkapkan bahwa pada tahun ini dana APBD Sumsel hanya Rp 6,5 triliun. Namun hebatnya, Sumsel mampu menyerap dana APBN sebesar Rp 68 triliun yang semuanya digunakan untuk pembangunan penyempurnaan JSC, pembangunan LRT, dua jembatan baru yang melintasi Sungai Musi, Fly Over serta Jalan Tol.

“Penyerapan dana pusat yang mampu diambil Sumsel bisa terjadi karena adanya inovasi kepemimpinan dan perencanaan pembangunan yang tepat,” pungkasnya.

Selain memaparkan apa itu inovasi bagi seorang pemimpin, dalam kuliah umum itu, Alex juga menampilkan foto dan video tentang rencana pembangunan yang sedang dilakukan Provinsi Sumsel. Video tentang pembangunan Light Rail Transit (LRT), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api Api dan Jakabaring Sport City (JSC) membuat para civitas akademika UII terpukau.

Dalam satu foto, Alex menampilkan kawasan Jakabaring berupa rawa-rawa dan dia menyatakan kawasan tersebut berubah menjadi kawasan olahraga dengan fasilitas internasional serta terbaik hanya dalam jangka waktu 11 bulan.

“Tidak ada yang percaya bahwa Sumsel mampu membangun,’’ tegasnya.

Pada kuliah umum itu, Alex mampu menarik perhatian ratusan mahasiswa UII yang datang memadati Auditorium Kahar Mudzakir UII Jalan Kaliurang KM 14 Yogyakarta.  Kesungguhan para mahasiswa mengikuti kuliah umum sangat luar biasa. Beberapa mahasiswa pun mengajukan pertanyaan kritis bagaimana Alex menangani kabut asap di tengah perencanaan pembangunan yang begitu pesat, bagaimana Alex juga menjaga atau membuat jaring anti korupsi mengingat besarnya dana yang diterima Sumsel dalam melakukan pembangunan, dan bagaimana Sumsel menjaga apa yang telah dibangun dan akan dibangun nantinya.

Kuliah umum tersebut, dibuka Rektor UII, Dr Ir Harsoyo, dihadiri juga Ketua PKK Provinsi Sumsel, Hj Eliza Alex Noerdin, Wakil Ketua DPRD Sumsel Nopran Marjani, S.PD, anggota DPRD Sumsel, semua civitas akademi UII dan dibantu pembawa acara Iwan Yusuf, salah satu dosen di UII. (adv/hms)