Tuntut Kejelasan Nasib, Mahasiswa AKL Geruduk DPRD

 

221.01.SAMBUNGANPalembang- Ratusan mahasiswa dari Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL) mendatangi kantor DPRD Sumsel, Kamis (14/4) siang. Kedatangan mereka meminta agar Direktur Akademi Kesehatan Lingkungan dan Pemerintah Provinsi Sumsel bertanggung jawab atas ketidakjelasan nasib mahasiswa dan buruknya penyelenggaran sistem dan manajemen pendidikan di kampus AKL.

Kordinator lapangan, Saparyanto dalam orasinya mengatakan pihaknya menuntut agar meminta DPRD Sumsel untuk segera membentuk panitia khusus (Pansus) dalam menyelesaikan persoalan nasib mahasiswa kesehatan yang semakin tidak jelas. “Sejak berlakunya Undang Undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dan Undang Undang nomor 12 tahun 2012 tentang perguruan tinggi menjadikan status kelembagaan akademi kesehatan lingkungan milik Pemda tidak memiliki dasar hukum tetap,” ujarnya.

Dengan itu, lanjut Saparyanto, berdampak pada calon alumni karena akan ada penolakan oleh dunia kerja secara administratif.

“Kami mendesak Direktur Akademi Kesehatan Lingkungan dan Pemprov Sumsel untuk segera menindaklanjuti surat pernyataan kesediaan melayangkan surat ke Menristekdikti RI yang berisikan tentang permohonan untuk melakukan penggabungan AKL ke Unsri,” ujarnya.

Aksi mahasiswa AKL di DPRD Sumsel ini diterima sejumlah anggota komisi V DPRD Sumsel. Rizal Kenedy, anggota DPRD Sumsel mengatakan, pihaknya akan memperjuangkan aspirasi dari mahasiswa AKL. “Kami akan sampaikan ini ke Kemenristekdikti dan Kemenkes. Kami juga berkoordinasi dengan Dinkes. Kami berharap proses perkuliahan tidak terganggu dan tetap berjalan,” jelasnya.(korankito.com/reno)