Bisa Dipercaya

Peserta Seleksi Panwaslu Muba Tak Ada Titipan

20160413_140526 (1)Palembang – Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Sumsel mulai membuka pendaftaran seleksi penerimaan panitia pengawas pemilu (Panwaslu) untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) Muba, 15 Februari 2017. Dalam proses seleksi, tim seleksi (timsel) memastikan menolak segala bentuk tekanan politik.
“Iya Muba ini memang iklim politiknya tinggi, apalagi satu-satunya daerah yang menggelar Pilkada di Sumsel. Kami pastikan tidak ada itu (titipan-red), semua kita lakukan secara transparan,” kata ketua timsel Panwaslu Muba, Prof Dr Alfitri Msi kepada wartawan di kantor Bawaslu Sumsel.
Alfitri menjelaskan, proses seleksi akan melalui beberapa tahap. Mulai dari pendaftaran 14-20 April, seleksi administrasi, tes tertulis, dan wawancara.
“Kita akan merekomendasikan 6 nama untuk diseleksi oleh Bawaslu Sumsel menjadi 3 nama untuk menjadi Panwaslu Muba,” ungkapnya.
Mengenai syarat, lanjut Alfitri, setiap peserta tidak boleh menjadi anggota partai politik dalam 5 tahun terakhir dan minimal umur 30 tahun berijazah S1. Terpenting, harus ber-KTP dan KK Muba.
“Kami akan benar-benar meneliti berkas, termasuk KTP dan ijazah. Kami akan memastikan seleksi ini benar-benar menghasilkan penyelenggara yang berkualitas,” ungkapnya.
Ketua Bawaslu Sumsel, Andika Pranata Jaya menambahkan, pihaknya mengundang semua tokoh terbaik Muba untuk ikut seleksi ini. Kesempatan ini terbuka bagi siapapun untuk mendaftar langsung ke sekretariat Bawaslu atau ke Kesbangpol Linmas Muba.
“Semua proses seleksi silakkan menghubungi timsel, kami hanya supervisi dan setelah ada 6 nama baru kami untuk diseleksi menjadi 3 nama,” pungkasnya.(korankito.com/reno)