Bisa Dipercaya

Tolak Pembangunan Musi IV, Massa Satroni Kantor Dewan

20160413_110837Palembang – Puluhan orang yang tergabung ke dalam Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Massa (Ormas) Bersama Sumsel mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sumsel, Rabu (13/4).

Kedatangan Aliansi LSM dan Ormas Bersama Sumsel ini terkait sikap mereka yang menolak pembangunan Jembatan Musi IV oleh PT Adi Karya sebagai kontraktor yang membangun Jembatan Musi IV.

Dalam orasinya, koordinator aksi Febri menyatakan, PT Adi Karya dalam membangun Jembatan Musi IV tersebut sudah sewenang-wenang tanpa memperhatikan nilai etika dan moral. Menurutnya dalam pemasangan tiang pancang, PT Adi Karya tidak mengenal waktu lagi.

Berita Sejenis
1 daripada 3.075

Terkadang melakukan pemasangan pada malam hari saat masyarakat sekitar sedang tertidur. Setelah itu pada waktu siang hari saat masyarakat seperti anak-anak dan balita akan istirahat siang. Bahkan pemasangan tiang pancang jembatan tersebut sangat dekat dengan akar pohon sehingga menyebabkan adanya pohon tumbang dan menimpa pemukiman warga sekitar.

“Jaraknya hanya 4 meter dari akar pohon. Jadi jelas mereka tidak melihat efek domino atau dampak sosial dan lingkungan sekitar,” katanya.

“Masyarakat ada yang tidak dapat penggantian tapi dinding rumahnya retak, genteng rumah yang hancur tidak ada penggantian. Ini jelas akan menimbukkan kecemburuan di antara mereka,” katanya.

Kabag Humas dan protokol DPRD Sumsel, Masithoh yang menerima perwakilan massa, meminta maaf karena pimpinan DPRD dan semua anggota Komisi I sampai V sedang tidak berada di tempat karena sedang melakukan kunjungan dalam rangka penyerahan bantuan untuk korban banjir di Kabupaten OKI.  “Kami berupaya menjadwalkan berkonsultasi kepada pimpinan DPRD dan komisi IV dan menyampaikan aspirasi dari kalian,” ujarnya.(korankito.com/ria)