Lucy Akui Hanya Ingin Bantu Pahri

20160413_101311Palembang-Sidang kasus perkara suap LKPJ dan RAPB Muba kembali digelar di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Palembang, Rabu (13/4). Kali ini Lucianty, istri Bupati Muba nonaktif Pahri Azhari hadir sebagai saksi.

Lucy yang juga anggota DPRD Sumsel memberikan kesaksian untuk empat terdakwa pimpinan DPRD  Muba, Riamon Iskandar, Darwin AH, Islan Hanura, dan Aidil Fitri yang duduk di kursi pesakitan. Mengenakan busana muslimah kotak-kotak hitam putih, Lucy memberikan kesaksian atas peran dirinya dalam kasus suap ini.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Parlas Nababan SH MH,  Agustina dan Eli Warti sebagai anggota majelis hakim, Lucy tetap membantah telah memberikan perintah suap kepada anggota dewan.

 

Lucy hanya mengaku pernah meminjamkan uang kepada Samsudin Fei sebanyak dua kali dengan besaran nominal Rp2,650 miliar dan Rp200 juta. Kepada Lucy, Samsudin Fei mengatakan, uang tersebut untuk membayar gaji tenaga honor dan PHL yang belum menerima gaji selama 3 bulan karena anggaran belum disahkan. Setelah itu samsudin Fei datang lagi dan kembali meminjam uang sebesar Rp200 juta yang dikatakannya untuk para anggota dewan.

“Saya sebagai istri hanya ingin bantu suami. Saya memang tidak ada kewenangan, tapi saya takut. Karena gaji pegawai honorer dan TKS belum dibayar. Bupati itu suami saya, jadi saya takut suami saya didemo. Tidak mau sampai ada gejolak karena akan memberi citra buruk kepada suami,” kata Lucy di hadapan Majelis Hakim.

Selain itu Ia juga mengatakan, tidak pernah melakukan tawar menawar mengenai jumlah uang suap yang akan diberikan. Bahkan ia sempat berujar bahwa uang tersebut sangat besar nominalnya. “Saya katakan wah banyak sekali. Tidak pernah ada nego, hanya tahu ada permintaan saja,” kilahnya.(korankito.com/ria)