Bisa Dipercaya

Bina Darma Klarifikasi Pencurian Motor

Jpeg
Jpeg

Palembang-Universitas Bina Darma (Bidar) Palembang akhirnya angkat bicara terkait pemberitaan salah satu mahasiswa bernama Iqbal Habibi telah melakukan pencurian motor milik Angga Pratama, Jumat (8/4) malam.

Kepala Keamanan Universitas Bidar, Kurniawan menjelaskan, kejadian tersebut hanya salah paham. Menurutnya, motor milik Angga dan Iqbal yang dipinjamnya dari Indah hampir menyerupai yang membedakannya hanya nomor kendaraan.

Berita Sejenis
1 daripada 3.076

“Mereka hanya tertukar motor saja, tidak ada yang namanya pencurian. Jadi, kunci motor Iqbal bisa digunakan di motor milik Angga, begitu juga sebaliknya,” ucapnya dalam jumpa pers di Gedung utama Bidar, Rabu (13/4).

Diceritakannya, kejadian bermula ketika Angga, datang ke kampus jam 19:00, Jumat lalu. Ia kemudian memarkirkan motor Supra X BG 5813 IT di halaman parkir belakang. Namun, ketika hendak pulang, Angga tidak lagi melihat kendaraannya.

Setelah itu, Angga langsung melapor ke pihaknya atas kehilangan motor, dan dirinya menyuruh Angga agar melaporkan kejadian tersebut ke pihak SPKT Polresta Palembang.

“Paginya, Iqbal mendatangi petugas kami dan mengatakan kalau dirinya telah salah membawa sepeda motor. Dan, mengatakan ada tidak yang merasakan kehilangan motor semalam, lalu saya langsung menghubungi Angga untuk bertemu dengannya,” ucapnya.

Karena Angga, sedang ada pekerjaan jadi pertemuan tersebut dilakukan di Polsek Seberang Ulu (SU) II, untuk memediasi kedua bela pihak, pada Sabtu (9/4). Setelah, dilakukan pemeriksaan, keduanya mendatangi kosan Iqbal untuk mengambil motor milik Angga. “Itu berdasarkan perintah dari Pak Ujang anggota kepolisian dari SU II,” jelasnya.

Di sisi lain, Iqbal mengatakan kalau dirinya tidak mengetahui secara pasti motor milik Indah. Dirinya hanya mengetahui, kalau Indah hanya menggunakan motor Honda Supra X 125 warna hitam violet.

“Sepulang saya dari bekerja, Indah menelpon untuk tukar pinjam motor, namun dia tidak menyebutkan nomor kendaraan, hanya mengatakan kalau motor dia diparkir di halaman belakang. Hanya, juga sempat ragu apakah benar, itu motor milikinya. Saya, baru mengetahui kalau itu bukan motor dia, di pagi harinya, makanya saya langsung mendatangi petugas keamanan kampus,” katanya.

Sementara itu, orang tua korban Habibullah menjelaskan jika permasalahan ini sudah selesai, baik itu dari kedua belah pihak maupun dari pihak kepolisian Palembang. “Laporan korban di Polresta Palembang sudah dicabut, sekarang semuanya sudah tidak ada lagi masalah,” katanya.(korankito.com/deny)