Tersangka Korupsi Lahan Kuburan Resmi Ditahan

Jpeg

Jpeg

Palembang-Empat tersangka korupsi proyek pengadaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, yakni Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKU Najamuddin, mantan PNS aktif Pemkab OKU Akhmad Juanidi, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten OKU Umirton, dan pemilik lahan Hidirman, resmi ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.

Sebelum ditahan, keempat tersangka terlebih dahulu menjalani pemeriksaan di ruang Subdit III Ditreskrimsus Polda Sumsel selama kurang lebih 1,5 jam. Setelah dilimpahkan ke Kejati Sumsel, mereka juga menjalani pemeriksaan selama 5 jam. Penyidik akhirnya menjebloskan para tersangka ke Rutan Tipikor Pakjo Palembang, Selasa (12/4).

“Mereka akan ditahan selama 20 hari ke depan, hingga tanggal 1 Mei nanti. Tiga tersangka tidak mengajukan penangguhan, sedangkan tersangka Hidirman mengajukan tapi kita menolaknya,” ujar Kasi Penuntutan Bidang Pidsus Kejati Sumsel Rosmaya ketika ditemui usai melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.

Barang bukti yang disita lahan TPU di Baturaja, berkas permasalahan dan uang sebesar Rp200 juta dari tersangka pemilik lahan. Kasus ini akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Palembang untuk mulai disidangkan.
“Modus mereka ini, menaikan harga jual tanah yang seharusnya sekian, menjadi lebih tinggi. Tidak sesuai dengan harga pasaran jual tanah pada tahun 2012 lalu. Seharusnya harganya 3.500 per meter, dinaikan harganya, lalu di-ACC oleh ketua dan wakil ketua pengadaan proyek lahan,” jelasnya.

Keempat tersangka tersebut, memiliki peranan masing-masing, Kepala Dinas Sosial OKU, Najamudin bertindak sebagai pengada anggaran, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten OKU, Umirton sebagai ketua panitia pengadaan lahan, dan PNS aktif Pemkab OKU Akhmad Juanidi sebagai wakilnya, serta Hidirman sebagai pemilik lahan.(korankito.com/deny)