Tepergok Ambil Dompet, Bonyok Dihajar Warga

Jpeg

Jpeg

Palembang-Ardi (21) dan Novem (32), warga Jalan Pembangun, Kelurahan 1 Ulu Darat, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, harus meringkuk di sel kantor polisi. Kedua pemuda ini tepergok mencuri dompet di dalam jok motor milik Pujowati (58), warga Jalan Jaya Indah, Lorong Rukun II, Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan SU II, Palembang. Warga yang kesal sempat menghujani keduanya dengan bogem mentah.

Kejadiannya berawal ketika Pujowati menggunakan motor Yamaha Mio  BG 2559 R hendak mengantarkan sayuran ke toko manisan di Jalan Tegal Binangun dari arah pasar induk. Ia kemudian memarkirkan motornya di depan toko dan menyimpan dompet di dalam jok motor.

Sesaat kemudian datang Ardi dan Novem hendak membeli air mineral.  Ardi yang tengah menunggu di atas motor, melihat Pujowati menyimpan dompet di dalam jok motor. Saat korban masuk ke dalam toko, keduanya langsung beraksi.

Apesnya, saat sedang merogoh dompet korban dari dalam jok, salah seorang warga memergokinya dan langsung meneriakinya maling. Lantaran panik, Ardi langsung kabur meninggalkan motornya.

Sementara, Novem yang mengetahui Ardi sedang dikejar dan ditangkap warga, tanpa rasa bersalah langsung mendekat. Mengetahui Novem temannya Ardi, warga langsung memukulinya.

“Mendapat informasi ada kejadian tersebut, petugas langsung menjemput kedua pelaku di TKP. Memang, benar keduanya ditangkap warga usai melakukan pencurian dompet di dalam jok motor Kkorban,” ucap Kapolsek Plaju AKP Mahajavet melalui Kanit Reskrim Ipda Juprius.

Menurut pengakuan Pujowati, dirinya menyimpan dompet berisi uang Rp1 juta dan handphone Nokia di dalam jok motor. “Kedua pelaku sudah kita amankan dan tengah diambil keterangan. Atas ulahnya kedua pelaku diancam pasal 363 KHUP dengan ancaman kurungan penjara selama 5 tahun,” tegasnya.

Sedangkan tersangka Ardi mengaku khilaf melakukan pencurian tersebut. “Sumpah, saya khilaf, karena saat itu sedang menunggu di motor melihat korban simpan dompet di dalam jok, makanya saya langsung merogohnya, ini saya lakukan spontan saja,” ukilahnya.

Sedangkan, Novem mengaku tidak mengetahui aksi pencurian yang dilakukan oleh Ardi. “Saya memang mengajak dia ke rumah teman di kawasan Tegal Binangun, untuk menanyakan pekerjaan. Namun, ketika kami pulang mampir ke toko untuk beli minum, ketika saya masuk ke dalam, Ardi melancarkan aksinya itu,” jelasnya sambil menundukkan kepala.(korankito.com/deny)