Nyamar Jadi Pembeli, Polisi Ringkus Bandar Narkoba

IMG_20160411_141249Palembang-Belum sempat menerima uang sebesar Rp2 Juta hasil mengantarkan sabu sebanyak 103,51 gram, Agus Riayadi, warga Jalan Suka Bangun II, Lorong Pendidikan, RT101/35, Kelurahan Suka Bangun, Kecamatan Sukarame, Palembang, diringkus anggota Reserse Narkoba Polresta Palembang.

Kasusnya bermula ketika Agus, pada 7 April 2016, sekitar pukul 14.00,  petugas memintanya bertransaksi di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, di depan Kantor Grapari, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan IT II, Palembang.

Tak sadar yang membeli narkoba itu petugas, Agus memperlihatkan kantong plastik hitam yang berisikan sabu sabu kepada petugas. Tak pelak lagi, petugas langsung meringkusnya.

“Kita melakukan penangkapan dengan cara undecover buy, setelah tahu pelaku merupakan bandar, anggota langsung mendekati dan berpura-pura membeli,” ucap Kasat Narkoba Polresta Palembang, Kompol Rocky Marpaung. Senin (11/4).

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan sabu seberat 103, 51 gram seharga lebih dari Rp100 Juta. Selain itu, handphone serta satu unit motor Jupiter Z BG 6817 RD yang digunakan untuk bertransaksi narkoba juga disita. “Tersangka Agus bisa dikategorikan bandar dan akan kita jerat dengan pasal 112 dan 114 dengan hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup,” tegasnya.

Sementara itu, tersangka Agus mengaku dirinya hanya dijebak oleh rekannya bernama Andi, yang baru saja dikenalnya selama tiga Minggu dan tidak mengetahui alamat rumahnya.

Dia mengaku tertarik tawaran Andi untuk mengantarkan barang yang dibungkus lakban berwarna hitam, lantaran tergiur dengan upah sebesar Rp2 juta. Namun, tidak mengetahui kalau barang tersebut merupakan narkoba jenis sabu. “Rencananya uangnya mau saya gunakan untuk memperbaiki motor.Tapi uang belum dapat saya ditangkap polisi,” katanya singkat.(korankito.com/deny)