Larangan Meliput Mabes Polri Diprotes Wartawan Sumsel

 

foto 2Palembang-Munculnya kebijakan yang melarang wartawan meliput di Kantor Kepolisian memaksa wartawan yang biasa meliput berita-berita kriminal di Polda Sumsel dan Polresta Palembang, menggelar aksi protes di halaman Polresta Palembang, Jumat (8/4).

Aksi digelar setelah wartawan sepakat memprotes larangan meliput di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang oleh oknum polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi.

“Biasanya bisa ambil berita, tapi tiba-tiba tdak boleh liputan di SPK kalau di luar bukan tugas kami. Sesuai dengan perintah Kapolresta,” ujar Sam, salah seorang wartawan media cetak di Palembang.

Menurut Sam, dirinya terkejut saat melihat ada selembaran kertas yang ditempel di kaca SPKT dengan tulisan, “Media cetak dan elektronik tidak boleh meliput dan mewancarai korban, tersangka, KSPK dan anggota SPKT tanpa seizin Kapolresta Palembang.”

Hendra Dewa salah satu wartawan elektronik menambahkan, kami tidak setuju dengan pelarangan terkait peliputan di SPKT dan tempat kejadian perkara (TKP) karena menghalangi kerja jurnalis untuk mencari berita.

Di sisi lain Kapolresta Palembang Kombes Tjahoyono Prawoto saat dikonfirmasi awak media menjelaskan, pihaknya hanya menjalankan tugas dari Mabes Polri melalui Kabid Humas Polda Sumsel sehingga jangan disalahkan dalam hal ini. “Sebaiknya jangan demo dulu kita bicarakan hal ini bersama Kabid Humas, saya, dan kawan-kawan media besok,” terang Kapolresta.(Korankito.com/deny/krdo)