Bisa Dipercaya

Sebelum Dibunuh, Arini Digauli

IMG_8651Palembang-Petugas dari jajaran Satreskim Polresta Palembang, menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Arini (38), yang dilakukan oleh suaminya Amiruddin (52), di Penginapan Pipit, Jalan Pipit I RT 22, RW 01, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I, Palembang, Kamis (7/4).

Dalam rekontruksi diperagakan sebanyak 42 adegan. Salah satu adegan menggambarkan sebelum pelaku melakukan pembunuhan terhadap Arini, sempat membuntutinya dengan menggunakan kendaraan motor.

Setelah itu, Amiruddin menjemput istri keduanya tersebut di rumahnya yang terletak di Jalan Ramakasih, Kelurahan 5 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, kota Palembang untuk dibawa ke lokasi kejadian dengan menggunakan motor Yamaha Jupiter MZ merah BG 4655 RG.

Kemudian, pelaku memboking kamar nomor 11 di penginapan Pipit. Meski, sempat melakukan hubungan badan sebanyak dua kali, keduanya terlibat cekcok mulut, karena pelaku cemburu melihat korban jalan dengan pria lain. 

Dalam benak pelaku pun muncul niat untuk melakukan pembunuhan terhadap Arini. Korban tewas, setelah dijerat, dicekik, dan dihajar pelaku di kamar no 11. Pelaku kemudian menggantung jasad korban ke dalam lemari yang ada di penginapan. Setelah itu Amiruddin pulang ke rumahnya dengan baju yang berlumuran darah.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengatakan, pada waktu pra rekontruksi kemarin ada 33 adegan. Namun, setelah dilakukan pengembangan menjadi 42 adegan yang diperagakan.

“Pelaku memberikan uang sebesar Rp200 ribu kepada korban. Untuk motifnya kerena dendam dan sakit hati, sehingga yang bersangkutan melakukan pembunuhan. Tersangka akan kita jerat dengan pasal berlapis yakni 338, 339, dan 340 KUHP,” tegas Maruly.

Saat rekontruksi berlangsung, ibu korban Yusni (70), menangis melihat cara pelaku menghabisi nyawa anaknya. Ia pun berusaha memukul tersangka, namun berhasil dicegah oleh petugas yang berada di lapangan.
“Nyawa harus dibayar nyawa,” ucap Yusni sambil menangis.

Dirinya mengungkapkan, sejak awal pernikahan Amiruddin dengan Arini tidak direstuinya. Namun keduanya nekat untuk menikah siri. Selama tujuh bulan, pelaku tinggal di rumah Yusni, dan dikenal sebagai orang yang suka marah dan ringan tangan. “Cucu saya yang enam tahun suka dipukul dan dicubit. Memang dia ini ringan tangan,” ujarnya.

Sementara itu, Evi, kakak korban, menambahkan, sejak November 2015, Arini telah mengajukan gugatan cerai. “Mereka sudah pisah ranjang. Tapi pelaku itu tidak mau. Adik saya tidak tahan karena suka dimarahi terus,” ujarnya. (korankito.com/deny)

Berita Sejenis

Tanya Selisih Gaji, Kuli Angkut Bunuh Atasan

Bela Warga, Penjaga Malam Tikam ‘Preman Kampung’

Petani Tewas Bersimbah Darah

1 daripada 30