Dipecat, Fahri Hamzah Sebut Itu Operasi Besar Jatuhkan Dirinya

20160405_140040 (1)Palembang – Pemecatan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dari keanggotaan Partai Keadilan Sejahtera mendapat perlawanan. Hari ini, Selasa (5/4), Fahri Hamzah melalui kuasa hukumnya resmi melayangkan gugatan perdata atas pemecatannya.

“Soal gugatan hukum, saya melalui kuasa hukum sudah melaporkan perbuatan melawan hukum kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,” ungkap Fahri usai memberi orasi kebangsaan pada Milad KAMMI ke 18 dan Temu Tokoh Nasional dengan tema Mencari Pahlawan Muda, Menyongsong Kejayaan Indonesia 2045 di Auditorium Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (5/4).

Menurut Fahri, gugatan yang dilayangkannya itu sebagai langkah pertama untuk menyetop kezaliman lanjutan yang dilakukan DPP PKS terhadap dirinya.

“Materi gugatannya yakni perbuatan melawan hukum serangkaian kegiatan perdata yang melanggar AD/ART dan undang-undang. Ini langkah pertama karena kalau tidak distop malah akan tambah bahaya,” ujar Fahri.

Fahri menilai pemecatan dirinya sebagai strategi untuk menjatuhkan karir politiknya. “Ini ada operasi besar lainnya untuk menjatuhkan karir saya. Kebocoran surat pemecatannya yang sudah beredar dua pekan sebelumnya, saya anggap bukan karya PKS. PKS tidak pernah begini. Tidak pernah PKS memprovokasi orang dengan membocorkan dokumen dengan memaki pengusaha yang tidak jelas yang baru keluar dari penjara lagi,” tutur Fahri.

Namun, Fahri enggan menjelaskan operasi apa yang dimaksudnya.

“Ini operasi besar. Mohon maaf saja, kadang-kadang kita tidak terlalu paham dan berpura-pura lugu saja. Padahal kita sedang dioperasi sehingga tradisi-tradisi yang biasa di PKS dalam menyelesaikan masalah secara internal dengan cara baik-baik tidak ditempuh,” jelasnya.

Dengan pemecatan itu pun, Fahri merasa dilecehkan karena surat pemecatan dari PKS hanya dikirim melalui seorang kurir bukan diantarkan oleh fungsionaris PKS.

“Bayangkan, pemberhentian saya dari peringkat jabatan kader paling tinggi pakai kurir. Saya menganggap aneh saja kejadian ini karena tidak lumrah terjadi di PKS

Dengan kondisi ini, ia akan tetap menjalankan tugas sebagai wakil ketua DPR RI.

“Saya tidak akan pergi dari PKS karena ini partai yang saya dirikan bersama teman-teman. Saya sebagai deklarator, saya mengisi sejarah partai ini dari awal, jadi kalau ada orang yang berniat menyingkirkan saya dari partai ini pasti saya akan lawan,” ungkapnya kembali.

Mengenai tawaran partai politik lain untuk bergabung, Fahri menyatakan jika dirinya akan tetap di PKS. “ Saya tidak akan berganti partai lain, saya bukan penumpang,” pungkas Fahri.(korankito.com/reno)