Pulang Ngajar, Guru Dijambret di Ampera

IMG_20160404_183844Palembang-Dahniar (44), warga Jalan Merdeka, RT18/08, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Palembang, menjadi korban penjambretan sepulang mengajar. Akibat ulah begundal jalanan, ia harus kehilangan emas seberat satu suku dan 2 gram.

Dahniar kemudian melaporkan kejadian yang menimpanya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Senin (4/4). Menurutnya, kejadian bermula saat sepulang mengajar bersama rekannya Winda Nurbaiti (25).

Saat melintas di Jalan Riyacudu, tepatnya di ujung Jembatan Ampera, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang, dari arah belakang, ada dua pemuda yang menggunakan motor memepetnya.

“Pelaku langsung menarik tas, sontak saya berteriak tapi warga sekitar yang melihat kejadian hanya diam saja,” tuturnya di depan petugas SPKT.

Dahniar berusaha mengejar pelaku, namun kalah cepat hingga kehilangan jejak. “Di dalam tas isinya KTP, Kartu BPJS, Kartek, cincin emas 1 suku, cincin emas 2 gram, dua buah cincin giok, dengan total kerugian sebesar Rp4 juta,” katanya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede SIK MH melalui KA SPK Iptu Cek Mantri mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan korban.”Laporan korban sudah kita limpahkan ke Sat Reskrim untuk ditindaklanjuti,” katanya.(korankito.com/deny)