Razia Narkoba di Tempat Hiburan Malam

Jpeg

Jpeg

 

Palembang- Polda Sumsel gencar melakukan Operasi Bersinar 2016 untuk memberantas peredaran narkoba. Kali ini Subdti II Ditres Narkoba Polda Sumsel bersama anggota Bid Dokkes dan  Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan merazia sejumlah tempat hiburan, Sabtu (2/4) malam hingga Minggu (3/4) dinihari.
Operasi Bersinar kali ini berhasil menggiring tujuh orang pengunjung tempat hiburan ke Polda Sumsel. Empat orang di antaranya dinyatakan positif, seorang membawa senjata tajam, dan dua orang lagi menjalani test urine lanjutan di Polda Sumsel.

Razia petugas diawali dari Diskotik PC yang terletak di Hotel Princes, Komplek Ramayana, Kecamatan Ilir Barat (IB) I. Kemudian menggeledah Diskotik G2 dan Las Vegas. Dari beberapa pengunjung yang dilakukan tes urine, tidak satupun yang diamankan oleh petugas kepolisian dari kedua tempat ini.

Setelah itu, petugas menuju Mansion House Club yang berada di Jalan Soekarno Hatta. Satu per satu pengunjung yang berada di sana, digeledah dan dilakukan pemeriksaan urine. Hasilnya semuanya negatif. Hanya saja, di lokasi ini, petugas menemukan dua butir ektasi berlogo 8 warna hijau, yang dibuang pemiliknya.

Tidak hanya sampai di situ, petugas gabungan beralih menyasar Cafe Cindy di kawasan Sukarami, Palembang. Sebelum masuk ke dalam Café Cindy, petugas sudah mengamankan satu pengunjung yang hendak melarikan diri.

Setelah digeledah, polisi menemukan sebilah pisau yang diselipkan di pinggang. Petugas langsung memborgol pelaku dan dimasukan ke dalam mobil truk.

Melihat banyaknya petugas kepolisian yang datang, para pengunjung kafe kaget dan berusaha melarikan diri. Tetapi, dengan kesigapan petugas, pengunjung yang hendak melarikan diri kembali digiring masuk ke dalam diskotik untuk dilakukan tes urine.

Ketegangan sempat terjadi setelah salah satu pengunjung tidak mau melakukan tes urine. Ia takut minuman yang dia minum sudah diracuni temannya. Petugas tidak tinggal diam dan langsung menggeledah orang tersebut. Ternyata di dalam dompetnya ditemukan banyak jenis obat-obatan yang diklaim hanya obat darah tinggi dan diabetes.

“Pokoknya saya tidak mau di tes urine karena ini privasi saya. Kalian melanggar Hak Azasi Manusia (HAM),” ucap si pengunjung kepada petugas, dalam kondisi mabuk ini.

Lantaran bersikeras tidak mau melakukan tes urine, petugas akhirnya mengamankan pria yang mengaku pengacara ini ke Polda Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari Cafe Cindy ini, petugas mengamankan tiga pengunjung dan seorang wanita yang berdasarkan hasil pemeriksaan tes urine dinyatakan positif.
Kasubdit II Ditres Narkoba Polda Sumsel AKBP Lubis Parlindungan mengatakan, razia yang digelar Sabtu malam, merupakan operasi lanjutan Operasi Bersinar 2016 yang sudah dicanangkan sejak satu bulan yang lalu.

“Beberapa kegiatan kali ini di antaranya anggota melakukan sweeping di tempat-tempat hiburan yang ada di daerah Ilir Barat l, karena hasilnya nihil. Kita langsung beralih ke sejumlah tempat hiburan di Jl Soekarno dan Tanjung Api-api dan mendapati satu wanita dan tiga pria dinyatakan positif akan segera kita serahkan ke BNN Sumsel untuk direhab,” ujar Lubis.

Sedangkan pelaku yang kedapatan membawa senjata tajam bakal diproses anggota Dirkrimum Polda Sumsel. “Akan kita serahkan ke Krimum, tapi akan kita tes urine juga. Kalau positif maka pelaku sajam tersebut akan bergabung juga dengan teman-temannya yang kedapatan positif, pelaku melanggar Undang Undang Darurat no 12 tahun 1951,” pungkas Lubis.(korankito.com/deny)