Curi Panci Bekas, Pasutri Masuk Sel

IMG-20160402-WA0006Palembang-Berkilah terdesak kebutuhan ekonomi, pasangan suami istri atau pasutri, Bodo (32) dan Nuryani (28) , nekat mencuri panci dan wajan bekas di tempat mereka bekerja, CV Aluminium Mandiri, Jalan Gotong Royong, Kecamatan Sako, Kota Palembang, Sabtu (2/3).

Ini bukan pertama kalinya pasutri ini melakukan aksinya. Aksi pertama dilakukan sekitar satu bulan yang lalu. Lantaran perbuatannya berjalan mulus, pasutri ini ketagihan. Naas, aksi kedua mereka diketahui oleh salah satu pegawai lainnya lalu dilaporkan ke Polsekta Sako.

Kapolsek Sako Kompol BJ Lingga mengatakan, tersangka Bodo merupakan tukang masak di pabrik kuali tersebut. Setiap pukul empat pagi, ia sudah membuka pintu dapur memasak.

“Dia ini pegawai yang sudah lama bekerja di sana, sehingga dia dipercayai memegang kunci sendiri. Jadi, dengan leluasa membuka dapur pabrik. Nah, saat itulah dia melancarkan aksinya dengan mengambil wajan dan panci bekas, lalu dibawa ke bedeng tempat tinggalnya,” ujar Rafael, panggilan akrab Kapolsek.

Menurut Raffael, barang-barang hasil curian tersebut rencananya akan dijual oleh istrinya ke tukang loak. Tetapi, belum sempat dijual, salah satu pegawai memergoki aksi mereka.

“Mendapatkan laporan, kita langsung bertindak cepat dengan mengamankan pelaku. Mereka mempunyai peran sendiri-sendiri, Bodo sebagai pelaku pencurian dan tersangka Nuryani yang menjual,” tambahnya.

Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan sedikitnya tiga karung panci dan wajan bekas hasil curian. “Tersangka dan barang bukti langsung kita amankan. Keduanya akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman lima tahun penjara,” tukasnya.

Sementara itu, tersangka Nuryani saat digelandang petugas ke Polsekta Sako, hanya bisa pasrah. Menurutnya, aksi yang dilakukannya lantaran himpitan ekonomi yang diderita keluarganya.

“Anak kami ada tiga, penghasilan pas-pasan untuk makan sehari-hari, makanya nekat mencuri. Kami, sudah melakukannya sebanyak dua kali,  yang pertama berhasil, dan dijual seharga Rp300 ribu. Sedangkan, kedua ini ketahuan,” ujarnya.(korankito.com/deny)