Dituding Menodong di Bawah Jembatan Ampera

IMG_3126Palembang- Meski membantah telah melakukan aksi penodongan terhadap Erfan Juanda (21), warga Jalan Bangka SS RT 01 No 45 Kecamatan Linggau Ilir, Edi (33), warga Jalan Padang Selaso Kelurahan Bukit Besar Kecamatan IB I, Palembang tetap digiring petugas Pidana Umum (Pidum) ke Polresta Palembang Rabu (30/3), sekitar pukul 13.15.

Edi ditangkap petugas saat tidur di kediamannya. Ia kaget kedatangan petugas yang mengenakan baju preman. Tanpa perlawanan berarti, Edi langsung diamankan.  Ia diduga melakukan aksi penodongan terhadap Erfan, di bawah Jembatan Ampera Kelurahan 16 Ilir Kecamatan IT I, Palembang, Rabu (30/3) dinihari.

Saat itu, Erfan dan dua temannya usai menikmati konser musik di Benteng Kuto Besak. Karena sudah kemalaman, mereka berniat  tidur di bawah Ampera. Namun tiba-tiba datang dua orang pelaku dengan menggunakan pisau menodong mereka seraya meminta uang dan barang beharga.

Karena panik dan takut, Erfan menyerahkan hape Nokia dan tas yang berisi uang Rp450 ribu. Setelah berhasil melakukan aksinya kedua pelaku langsung kabur. “Benar ini pelakunya, tidak salah lagi. Saya masih ingat. Kejadiannya juga baru tadi malam masa saya lupa, karena mereka waktu nodong tidak mengunakan tutup muka,” ungkap Erfan di Polresta Pelembang.

Sedangkan Edi ketika diperiksa tetap tidak mengakui perbuatannya. “Saya tidak melakukan aksi itu pak, saya semalam ada di rumah bersama teman saya, tidur di rumah,” kilahnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengatakan, diamankannya pelaku atas laporan korban dan langsung ditindaklanjuti. “Pelaku sudah kita amankan dan hingga masih diambil keterangan untuk dilakukan pengembangan agar bisa menangkap satu pelaku yang masih buron,” ungkap Maruly.

Atas ulahnya pelaku akan dikenakan pasal 365 KHUP, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.(korankito.com/roki)