Curi Jemuran, Pengemudi Bentor Didor

IMG_3145Palembang-Berkilah tak memiliki biaya untuk mengobati anak, Jefri Suprianto (20), warga Jalan Ki Gede Ing Suro, Lorong Serengam I, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II, nekat mencuri jemuran dan  sandal milik M Ibrahim (26), warga Jalan Sultan Mansyur, Lorong Kemang Kelurahan 32 Ilir Kecamatan IB II, Minggu (27/3) lalu.

Namun belum sempat menjual barang curiannya, Jefri diamankan anggota Unit Pidana Umum (Pidum) jauh dari kediamannya, Rabu (30/3) siang. Polisi harus melumpuhkan Jeri dengan timah panas lantaran berusaha kabur saat akan ditangkap.

Sambil terbaring di salah satu ruangan di Polresta Palembang, Jefri mengatakan, ini bukan kali pertama berurusan dengan polisi. Pada tahun 2010, ia juga sempat ditahan karena terlibat kasus pencurian.

Jefri menceritakan, pencurian bermula saat ia kebingungan karena anaknya mengalami sakit kepala. Saat melintas di depan kediaman Ibrahim, ia mengambil jemuran dan sandal. “Jemurannya di dalam halaman, saya masuk dan bawa pergi. Belum sempat dijual, keburu diamankan,” ujar Jefri, saat dibincangi, Kamis (31/3).

Menurut Jefri, ia nekat mencuri lantaran penghasilannya sebagai tukang becak motor tak mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Dalam sehari, ia  mengaku hanya bisa mendapatkan uang Rp30 ribu hingga Rp50 ribu belum untuk biaya bensin dan setor kepada pemilik bentor. “Sewa bentornya Rp20 ribu, jadi pendapatan bersih paling Rp 20 ribuan, tidak cukup itu. Saya menyesal, anak saya masih kecil,” akunya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede SIk MH mengatakan, penangkapan pelaku pencurian ini berdasarkan laporan korban M Ibrahim. Polisi juga mengamankan barang bukti dua buah jemuran dan sandal.

“Kita akan jerat pelaku dengan pasal 363 KUHP. Ancaman hukumannya lima tahun penjara,” tegasnya.(korankito.com/roki)