Ganggu Siswa, Pejabat Dilarang Masuk Ruang UN

20160329_081510Palembang – Bulan April mendatang, seluruh siswa tingkat SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah akan mengikuti ujian nasional atau UN. Selama ujian nasional berlangsung, kepala daerah ataupun pejabat dilarang keras masuk ruang ujian.

Larangan ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sumsel Widodo saat serah terima soal UN tingkat SMA, SMK dan MA di Palembang, Selasa (29/3).

Selama ini, kata Widodo, sering kali setiap pelaksanaan ujian para pejabat seperti kepala daerah mengunjungi sekolah-sekolah yang sedang melangsungkan ujian nasional. “Pejabat dilarang keras masuk ruang ujian, hanya untuk kepentingan publikasi,” kata Widodo.

Widodo melanjutkan, di dalam ruang ujian hanya ada pengawas yang berjumlah dua orang saja. Pengawas yang ada di dalam ruang ujian pun tidak boleh mondar-mandir.

“Pejabat yang ingin memantau kegiatan ujian nasional di daerahnya cukup di luar, tidak boleh masuk karena menganggu konsentrasi anak,” lanjut Widodo.

Larangan itu, menurut Widodo, sudah menjadi prosedur nasional saat ujian nasional berlangsung. “Anak-anak yang menjalani ujian nasional itu memiliki hak untuk mendapatkan ketenangan,” ujarnya.

Widodo juga menambahkan ujian nasional tahun ini menjadi kesempatan untuk memperbaiki tingkat integritas sekolah-sekolah yang ada di Sumsel.

“Kesempatan ini, saya mengajak semua pihak mulai dari orang tua hingga guru bahwa nilai bagus tapi diperoleh dengan cara-cara yang tidak bagus maka hasilnya tidak akan bagus. Saya himbau kepada seluruh pihak agar mengedepankan kejujuran pada pelaksanaan ujian nasional nanti,” pungkas Widodo. (Korankito.com/reno)