Buwas: Mahasiswa Bakal Dites Urine

IMG_1569Palembang-Dalam rangka mengajak masyarakat dalam memberantas narkoba, Badan Narkotika Nasional  (BNN) Pusat melakukan dialog interaktif bertemakan “Perang Besar Melawan Narkoba” di aula gedung Universitas IAIN Raden Fatah Palembang, Selasa (29/3).

Acara yang dimulai sekitar pukul 08:30, selain menghadirkan  mahasiswa dan ormas-ormas yang ada di Palembang, hadir juga Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Djoko Pratowo dan Pangdam ll Sriwijaya Mayjen TNI Purwadi Mukson.

Dalam kesempatan ini, Ketua BNN Pusat Komjen Budi Waseso  mengimbau masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba.

Menurut Buwas, panggilan akrab Komjen Budi Waseso, pulau Sumatera sangat rentan dalam peredaran narkoba yang disuplai  para bandar dan kurir. “Untuk itu tindak tegas bagi para pelaku bandar narkoba karena secara terang-terangan merusak generasi muda bangsa,” tegas Buwas.

Buwas berharap imbauan dan ajakan berantas narkoba akan menular ke seluruh pelosok wilayah Indonesia agar terbebas dari peredaran narkoba.

“Dalam kunjungan kali ini, kami mengharapkan seluruh jajaran baik Polri dan TNI serta peran dari masyarakat untuk bersama mempersempit gerak para bandar yang kini semakin menjadi dalam mengedarkan barang haram tersebut ke semua lapisan masyarakat,” tegas Budi Waseso.

Disinggung mengenai tindak tegas di tempat yang akan diperlakukan bagi para bandar narkoba, dirinya menjelaskan jika tindak tegas tersebut sudah ada dalam undang undang.

“Masalah tindak tegas, dalam undang-undangnya sudah ada. Tadi saya sampaikan peran Polri dan TNI serta peran masyarakat umum dalam memberantas narkoba. Dan penindakan itu berdasarkan tindak pidana, Karena ini sangat terangan-terangan merusak bangsa Indonesia. Dan nanti akan ada aturan oleh menteri untuk membuat peraturan melakukan pemeriksaan terhadap kepala atau pimpinan daerah. Karena susuai perintah dari Presiden yang menyatakan perang terhadap narkoba” jelasnya.

Buwas mengungkapkan pihaknya menjalin kerjasama dengan seluruh kampus di seluruh Indonesia untuk memantau seluruh mahasiwa agar tidak terjerumus ke dalam jaringan narkoba. Sebab, kalangan mahasiswa kerap menjadi sasaran empuk bagi para bandar dan pengedar untuk menyuplai barang haram tersebut.

“Semua mahasiswa akan dilakukan tes urine pada saat pascasarjana, agar saat dilakukan tes dan positif, mahasiswa tersebut terancam tidak bisa lulus menjadi sarjana. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kampus, agar semua mahasiswa terus diperhatikan, selain dosen, organisasi kampus pun harus turut andil dalam memperhatikan anggota kemahasiswaannya,” pungkas Buwas.krdo