Sadar Dari Hipnotis Setelah Shalat

IMG_3047Palembang-Pelaku hipnotis kembali menyasar pemukiman warga. Kali ini yang menjadi korban aalah Nafsiah (43), warga Perumahan Amin Mulya, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I.

Nafsiah harus merelakan sepeda motor kesayangannya dibawa pelaku hingga melapor ke Polresta Palembang, Jumat (25/3).

Di hadapan petugas, Nafsiah mengatakan, kejadian bermula saat ia  bermain bersama cucunya di depan rumah, tiba-tiba datang seorang pria mengajaknya berbincang.

“Dia menyalami saya, katanya baru ya tinggal di sini, saya jawab iya saja. Dia itu ramah orangnya,” ujar Nafsiah saat memberikan keterangan di  Polresta Palembang.

Setelah berbincang, pelaku lantas meminta segelas air minum karena  merasa haus. Nafsiah kemudian mengambilkan segelas air minum dingin dari dapur.

Perbincangan di antara keduanya terus berlanjut. Tak lama kemudian, pelaku menanyakan kunci sepeda motor Honda Supra X BG 6338 AAN yang saat itu diparkir di depan rumah. Tanpa sadar, Nafsiah memberikan kunci motor lalu pelaku membawanya pergi.

Belakangan Nafsiah baru sadar telah menjadi korban hipnotis, usai menjalankan shalat Ashar. “Pas selesai shalat, saya baru teringat, pas saya lihat sepeda motor saya sudah tidak ada lagi. Saya itu, terasa dihipnotis sejak salaman dengan pelaku itu pertama kali. Pelaku itu juga katanya polisi, tugasnya di Polda, tapi mungkin dia ngaku-ngaku saja. Saya harap pelakunya bisa ditangkap pak, karena motor itu masih kredit, baru 1,5 tahun,” keluhnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede SIk MH melalui KA SPKT Aipda Novi Arianto mengatakan, laporan korban sudah diterima dengan nomor LP/ B-800/ III/ 2016/ Sumsel/ Resta dan akan ditindaklanjuti. “Langsung kita serahkan ke Unit Pidana Umum Sat Reskrim,” tegasnya.(korankito/roki)