Bisa Dipercaya

Mau Umrah, Anggota DPRD Sumsel Malah Tertipu

IMG_3057Palembang-Sial dialami Rusdi Tahar‎ (33), anggota Fraksi PAN Komisi I  DPRD Provinsi Sumsel. Ia dan istrinya Nila Anggita (25), mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Mapolresta Palembang, setelah menjadi korban penipuan umrah akhir tahun 2015.

Rusdi yang tercatat sebagai warga Jalan Sayonara, Desa II, Kelurahan Seri Bandung, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir ini merugi hingga Rp74 juta.
Di hadapan polisi, Rusdi menuturkan, kejadian bermula saat dirinya bersama istri berniat berangkat umrah sekaligus menambah paket tur ke Turki lewat agen travel haji dan umrah ‘Nada Imani Tour’ Jalan Mayor Ruslan, No 1940 Palembang pimpinan Mulyadi Fikri yang masih rekannya sendiri. Harga paket umrah dan tur disepakati Rp74 juta.

 

Merasa percaya, Rusdi dan istri menemui Mulyadi Fikri di Mall Palembang Icon, Jalan Pom IX, Kecamatan Ilir Barat I pada 21 November 2015 lalu sekitar pukul 17:00.

 

Berita Sejenis

Tertipu, Uang Rp200 Juta Melayang

Pensiunan PNS Tertipu Puluhan Juta

Tipu Pengusaha Penerbitan, Husni Thamrin Dipolisikan 

1 daripada 13

“Pertama menyetor 40 juta, kemudian saya lunasi sisanya. Janjian ketemu di Mall Palembang Icon, katanya saya akan berangkat sebulan kemudian tepatnya akhir Desember atau awal Januari. Tapi sampai sekarang belum berangkat juga,”katanya saat melapor, Jumat (25/3).
Rusdi mengaku telah kehabisan kesabaran lantaran rekannya tersebut selalu mengundur-undur keberangkatan. “Sudah beberapa kali diundur berangkat, padahal saya dan istri sudah sangat berharap. Sebenarnya saya tahu kalau terlapor ini juga pernah berbuat sama di Kabupaten OI beberapa tahun silam. Tapi karena percaya dan sekaligus mau bantu jadi memilih agen travelnya. Ini malah ditipu juga, saya berharap terlapor bisa ditindak sesuai hukum yang berlaku,” harapnya.

 

Kasat Reskrim Mapolresta Palembang, Kompol Marully Pardede SIk melalui Kanit SPK Bripka Widodo membenarkan pihaknya telah menerima laporan korban dengan tanda bukti lapor nomor LP/B-808/III/2016/Resta/Sumsel. “Sudah kita terima dan akan ditindak lanjuti, terlapor bisa dikenakan pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan,” ujarnya.(korankito.com/roki).