Lahat Bersih-bersih Narkoba

IMG-20160323-00585Lahat-Sumsel kini sudah darurat narkoba. Bupati Lahat H Aswari langsung merespon kondisi ini dengan menggelar tes urine bagai pegawai Pemkab Lahat di rumah dinas bupati.

Dimulai dengan SatpolPP berjumlah 235 orang dilakukan tes darah, tes urine dan donor darah. Bupati Lahat H Aswari Rivai SE benar-benar merealisasikan pernyataannya perang terhadap  penyalahgunaan narkoba.

Bertempat di rumah dinas Bupati, Rabu (23/3), Bupati Aswari didampingi Kapolres Lahat AKBP Yayat Popon Ruhyat SIK, Dandim 0405 Letkol CZI Sri Hartono, Sekda Nasrun Aswari SE MM, dan Ketua PKK Hj RR Kurnia Sismartianti Aswari, menggelar pemeriksaan urine dan donor darah terhadap 235 anggota Pol PP.

Kasat Pol PP Sigit Budiarto SH mengatakan, kegiatan ini sudah direncanakan sejak beberapa hari lalu bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dinas Sosial Kabupaten Lahat. “ Anggota Sat Pol PP yang piket setelah usai tugas langsung tes, tanpa terkecuali,” jelas Sigit.

Menurutnya, hal itu dilakukan sesuai perintah Bupati Aswari. Jika kedapatan ada PNS positif  narkoba, akan diserahkan ke BKD dan Inspektorat untuk menindaklanjuti. “Kita dukung pemberantasan narkoba dan penyakit masyarakat lainnya,” ungkap Sigit.

Bupati Aswari menegaskan, pihaknya siap berperang terhadap narkoba karena apapun bentuknya, narkoba jelas membawa kerugian. “Hari ini, sengaja tes dilakukan kepada jajaran Pol PP lebih dulu, karena mereka penegak aturan. Khususnya bagi kalangan pegawai yang ada, jadi jelas mesti bebas dulu dari narkoba,” tegas Bupati.

Bagi mereka yang kedapat positif narkoba, tak ada kata lain akan dilimpahkan ke polisi untuk ditindak secara hukum. Selain itu bagi pegawai sanksi terberat menanti, yaitu pemecatan secara tidak hormat.
Ketua PKK Bunda Lisa juga siap memerintahkan kader PKK diperiksa. “Kita tunggu saat yang tepat, mereka juga ikut menjalani tes darah, urine dan donor darah seperti ini. Kita lakukan mendadak, saya dukung kegiatan Bapak Bupati perangi narkoba,” ucap Bunda Lisa yang ikut melakukan tes darah.

Ulama

Bupati Lahat H Saifudin  Aswari Rivai SE juga menyambut baik pernyataan  36 ormas Islam tentang hal ini, di Hotel Bukit Serelo Selasa (22/3). Didampingi oleh Kapolres Lahat AKBP Yayat Popon Ruhyat Sik, Dandim 0405 Lahat Letkol CZI Sri Hartono dan Sekda Lahat Nasrun Aswari SE MM dan juga hadir Forum Ponpes Lahat

Pemkab Lahat dan selaku Bupati Lahat, Aswari setuju penghapusan tempat maksiat, dan pemberantasan narkoba namun menggunakan cara yang kooperatif. “Operasi setiap hari tanpa harus terjadi kekerasan maka tempat tersebut akan tutup dengan sendirinya. Patroli dan pengawasan di berbagai wilayah yang dinilai mengandung unsur yang kurang baik, saya yakin lama-lama akan terhapus,” ujar Aswari, Selasa (22/3).

Pemkab Lahat tidak cuma memberantas tempat maksiat juga berantas narkoba di semua kalangan. “Kita dukung pemeriksaan pada PNS untuk tes narkoba, semuanya” ditegaskan Aswari.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten KH Zulkiah Kohar menyampaikan bahwa ulama dan umara harus bersatu menyikapi pemberantasan tempat maksiat dan Narkoba. “Sebab  berdampak negatif juga akan menyangkut citra Kabupaten Lahat. Setuju ditutup tempat maksiat dan berantas Narkoba,” tuturnya

Ketua penyelenggara kegiatan Rommy Oktarius, Lc mengatakan bahwa kegiatan ini intinya penyampaian Pernyataan sikap atas kegiatan Penyakit Masyarakat untuk segera ditindak tegas oleh Pemerintah Lahat dan unsur terkait dalam pemberantasan kegiatan ini. ”Kegiatan kita ini merupakan penyampaian pernyataan sikap yang disampaikan Organisasi Masyarakat Islam dan Pondok-pondok Pesantren Lahat dengan tegas meminta kepada Pemerintah Kabupaten Lahat untuk menindak tegas dan menutup tempat yang disalah gunakan yang seharusnya menjadi tempat makan dan minum tetapi telah di salah gunakan menjadi tempat yang tidak semestinya,” tegas Romi.rika