Tukang Sayur Jadi Pengedar Sabu

IMG_20160323_120212Palembang-Setelah dicurigai sebagai pengedar dan dihentikan petugas,  Indo (24), harus berurusan dengan Polsek Ilir Timur (IT) I, Palembang, karena terbukti memiliki tiga paket kecil narkoba jenis shabu sebanyak 2,20 gram senilai Rp2 juta yang disimpan di dalam saku celananya.
Penangkapan berawal ketika Indo berada di depan sebuah gereja. Diduga di lokasi ini, Indo akan melakukan transaksi. Karena gerak-geriknya mencurigakan, petugas langsung menghentikannya. Sertelah diperiksa petugas, ditemukan shabu di kantung celananya.

Di hadapan petugas, Warga Jalan Bambang Utoyo, Lrg Jambu, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II ini, mengatakan, awalnya hanya sebagai pemakai sabu untuk menambah stamina saat mengantar sayur ke pelanggan. Lama-kelamaan, ia kehabisan uang untuk membelinya sehingga memilih menjadi pengedar.

“Baru-baru ini saya jadi pengedar, dulu memang cuma jadi pemakai saja. Soalnya dapat untung bisa juga dipakai sendiri,” ungkap Indo di Mapolsek Ilir Timur I Palembang, Rabu (23/3).

Indo mengaku mendapatkan barang tersebut dari bandar narkoba berinisial A yang kini buron, warga kawasan Pasar Kentut, Palembang. Keuntungan yang diperolehnya sekali transaksi sebesar Rp500 ribu. “Buat nambahi pendapatan saya.  Baru sebulan ini jadi pengedar,” kilahnya.

Kapolsek Ilir Timur I Palembang Kompol Zulkarnain menjelaskan, tersangka diringkus usai menjual sabu ke pemesan di depan salah satu gereja di Kelurahan 14 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, Selasa (22/3). Barang bukti berupa tiga paket sabu seberat 2,20 gram atau senilai Rp 2 juta, plastik kecil, dan pirek. “Tersangka merupakan pemakai sekaligus pengedar sabu. Dia sudah lama kita incar, tersangka bisa dijerat pasal 112 dan 114 KUHP,” pungkasnya.(korankito.com/krdo)