Bisa Dipercaya

Pangdam Apresiasi Hasil Test Urine Prajurit

DSC_5204-1Palembang – Pangdam Mayjen TNI Purwadi Mukson Sip, mengapresiasi pelaksanaan tes urine para prajurit dan PNS Kodam II/Sriwijaya yang hampir 100 persen hasilnya negatif mengonsumsi narkoba.

Apresiasi Pangdam II/Sriwijaya ini disampaikan oleh Irdam II/Swj Kolonel Inf Suko Basuki ketika memberikan arahan pada Apel Pagi Minggu Militer dihadapan segenap prajurit dan PNS Kodam II/Swj, di lapangan Makodam II/Swj, Palembang, Rabu (23/3).

Suko Basuki melanjutkan apabila dari hasil tes urine lalu ada prajurit yang dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba maka akan dilakukan pendalaman lebih lanjut di BNN.

Berita Sejenis

Kapolda Sumsel Tes Urine 180 Anggota Ditres Narkoba

Polda Sumsel Tes Urine Kru dan Pilot

Tes Urine, Sopir Bus Positif

1 daripada 3

“Tapi itu juga akan kita lihat lagi, mengingat kemungkinan ada anggota yang minum obat terkait penyakit yang dideritanya,” lanjutnya.

Suko Basuki juga mengingatkan bahwa batas waktu yang diberikan Pangdam II/Sriwijaya kepada satuan jajaran Kodam II/Sriwijaya untuk melakukan pembersihan internal dari narkoba sampai dengan akhir Mei 2016.

“Mulai bulan Juni 2016, seluruh prajurit dan satuan jajaran Kodam II/Sriwijaya harus bersih dan steril dari narkoba,” ujarnya.

Menurut Suko Basuki, apabila bulan Juni 2016 dari hasil razia pihak BNN, Polri, Polisi Militer dan pihak terkait ternyata ada oknum anggota Kodam II/Sriwijaya yang terbukti terlibat atau menggunakan narkoba, maka tidak ada ampun, oknum tersebut akan dipecat, sementara pimpinan atau komandan satuannya akan diberikan sanksi tegas, dicopot dari jabatannya.

“Kodam II/Sriwijaya berkomitmen untuk membersihkan satuan dan lingkungannya serta menyatakan perang terhadap narkoba,” katanya.

Pada Apel Pagi Minggu Militer itu, Irdam II/Sriwijaya Kolonel Inf Suko Basuki meminta agar prajurit dan PNS Kodam II/Sriwijaya dalam melaksanakan tugasnya pantang untuk berkeluh kesah.

“Seberat apapun tugas yang diemban harus dilaksanakan dengan penuh semangat dan optimisme. Kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pekerjaan, tidak boleh menyurutkan semangat dan langkah pengabdian untuk memberikan yang terbaik kepada satuan,” tuturnya.

Suko Basuki juga mengingatkan bahwa minggu militer yang dilaksanakan setiap bulan minggu ke IV, bukan hanya sekedar berganti baju dan menggunakan seragam loreng, namun substansinya untuk menyegarkan dan mengingatkan kembali norma dasar, tradisi keprajuritan dan kemampuan militer dasar bagi seorang prajurit. Dalam minggu militer ini, prajurit disegarkan kembali tentang berbagai kemampuan militer dasar dan peraturan militer dasar atau Permildas, seperti Peraturan Baris Berbaris (PBB), Peraturan Penghormatan Militer (PPM), Peraturan Disiplin Tentara (PDT), Peraturan Dinas Garnizun (PDG), dan Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD).

“Prajurit harus terus meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam penguasaan Permildas, karena Permildas merupakan kebutuhan mendasar bagi prajurit dalam membentuk sikap mental dan perilaku disiplin’, pungkasnya. (korankito.com/reno)