Ridwan Kamil Bantah Main Tampar

ridwan kamilBandung- Kabar Ridwan Kamil menampar sopir angkot beredar luas di kanal mayapada. Tak ingin salah paham, Walikota Bandung itu langsung menjawabnya.

Kata Kang Emil -sapaan akrabnya- bukan sopir angkot yang ditamparnya, melainkan sopir ilegal.

Lewat instagramnya, Kang Emil menulis.

“Sekadar klarifikasi: tidak ada penamparan atau pemukulan, orang itu preman omprengan ilegal bukan sopir angkot, dia bagian dari komplotan preman yg suka maksa warga masuk ke mobilnya,” tulisnya di akun pribadinya, @ridwankamil, Minggu (20/3).

Dilanjutkan olehnya bahwa sang preman sudah diingatkan beberapa kali secara lisan. Tapi tak kapok dan terus melakoni kegiatan yang tak terpuji.

“Sudah belasan kali diingatkan dengan lisan yang sopan. Kebetulan kepergok saat saya sedang bike to work. Disitu banyak saksi termasuk polisi. Bagaimanapun kota ini harus tertib dan premanisme harus dibasmi,” tambah ayah dua orang anak ini.

Semenatra itu, Taufik Hidayat, sopir angkutan ilegal di jalur Cicaheum-Alun-alun Bandung yang ditampar Kang Emil, melaporkan tindakan pak walikota itu ke polisi.

“Saya menyadari (salah) ya habis gimana kan cari penumpang susah. Pusatnya cari penumpang kan di situ (Alun-alun Bandung). Saya kan melakukannya karena untuk menafkahi,” kata pria berusia 42 tahun itu, Senin (21/3).

Namun, dia menyayangkan sikap Kang Emil yang menegurnya dengan cara kurang pantas.

“Sikap sama caranya nggak boleh gitulah pak. Kepengen saya, ya rakyat kecil tetap pengen dihargain juga,” ucapnya didampingi tim kuasa hukum dari LBH Panglima.

Dia tak menampik jika dirinya kerap kabur kala sang Wali Kota memergoki angkutan ilegal yang tengah menunggu penumpang di Halte Alun-alun Bandung.

“Masa saya kalau tahu Pak Wali lewat masa saya diam, ya malu saya juga, ya pasti saya pergi,” ucapnya.

Sebelumnya, Taufik telah melaporkan Ridwan Kamil ke Polda Jawa Barat atas tuduhan penganiayaan. O wib / berbagai sumber