Lahat Siapkan Tenaga Perencana Terbaik

bupati lahat okkkkkPalembang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat terus berbenah melakukan berbagai program pembangunan menuju Bumi Seganti Setungguan Bangkit 2018. Untuk itu Badan Perencanaan  Pembangunan Daerah (Bappeda) Lahat telah menyusun enam program prioritas yakni, peningkatan sumber daya aparatur dan sarana pendukung pelayanan publik; pengentasan kemiskinan; pelayanan kesehatan dan pendidikan; pembangunan infrastruktur; sektor pariwisata; serta penataan ruang. ‘’Bukan berarti sektor lain tidak menjadi fokus pembangunan. Untuk sektor lain nantinya bisa diselaraskan dengan program utama tersebut,’’ ujar Kepala Bappeda Lahat, Masroni, saat menjadi narasumber dalam Diskusi Terbatas Koran Kito, Sabtu (19/3).

Misalnya, papar Masroni, pada program pengentasan kemiskinan akan mencakup pula sektor ketenagakerjaan. Dia menambahkan, tahun depan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Lahat yakni ‘’Percepatan Pembangunan Kawasan Ekonomi dan Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendukungnya.’’

Untuk program utama pertama yakni peningkatan sumber daya aparatur dan sarana pendukung pelayanan publik. Secara intern Bappeda Lahat telah mengirimkan 13 pegawai ke FISIP Universitas Gajah Mada (UGM) jurusan manajeman administrasi publik untuk menimba ilmu bidang perencanaan, pada tahun lalu. ‘’Kami menyiapkan sumber daya manusia (SDM) khusus tenaga fungsional perencana yang akan berguna dalam penyusunan rencana pembangunan Lahat ke depan. Dalam pendidikan di UGM tersebut para pegawai tersebut belajar tentang pengumpulan dan pengolahan data,’’ tegas Masroni.

Menurut Masroni, hal itu sesuai pula dengan arahan dari Bapenas bahwa untuk perencanaan diharapkan menggunakan tenaga fungsional, tujuannya agar lebih fokus menentukan arah kebijakan pembangunan di daerah.

Berbeda dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Sumsel, kali ini Pemkab Lahat berani mengirimkan lebih banyak pegawainya untuk belajar tentang perencanaan. Umumnya, daerah lain cukup mengirimkan satu hingga dua pegawai saja ke UGM untuk belajar tentang perencanaan. Bahkan disektor itu Bupati Lahat, Aswari Riva’i berkomitmen membuka kelas mandiri, artinya untuk belajar perencanaan tidak perlu menunggu dari daerah lain mengirimkan pegawainya. Dengan jumlah pegawai dari Lahat saja kuota untuk belajar sudah memenuhi syarat dan dapat dimulai. ‘’Kalau menunggu dari daerah lain jadi lama, sebab mereka paling kirim satu pegawai untuk belajar,’’ ujar Bupati Aswari Riva’i.

Wari mengungkapkan, pengiriman pegawai untuk belajar ke UGM secara berkesibambungan terus dilakukan, tahun ini akan dikirim sebanyak 50 pegawai. Untuk ikut serta dalam pendidikan bagi golongan III C terlebih dahulu melalui tes seleksi, sedangkan golongan diatas itu boleh langsung mengikuti pendidikan.

Dipilihnya UGM sebagai tempat belajar, diharapkan para pegawai dapat lebih fokus belajar dibandingkan jika belajar di daerah lain. Pertimbangan lainnya, karena Yogyakarta dikenal memiliki budaya etos kerja yang baik sehingga dapat memotivasi pegawai Lahat yang belajar di sana. Disamping itu, kebetulan pula Yogyakarta termasuk salah satu daerah yang menyandang predikat perencanaan terbaik di Indonesia.

Hasil yang dirasakan dengan adanya tenaga fungsional perencana, arah program pembangunan di Lahat menjadi lebih terarah termasuk berkaitan dengan pengumpulan dan pengolaan data. Di Bappeda, para tenaga fungsional perencan itu tidak dibebani dengan pekerjaan lainnya bahkan telah disiapkan ruang khusus untuk bekerja lebih baik.

Agar terbangunnya keselarasan dan sinergi yang baik, Bappeda juga mengirimkan tenaga fungsional perencana ke SKPD lain sebagai pendamping. ‘’Tenaga perencana di SKPD saat ini didampingi tenaga fungsional perencana, jadi tidak bisa sembarangan lagi. Kalau tidak didamping dikhawatirkan tidak sesuai dengan program perioritas Pemkab Lahat,’’ kata Aswari.

Menurut Wari, untuk tenaga pengawas di Pemkab Lahat telah ditetapkan harus menggunakan tenaga fungsional. Khususnya tenaga pengawas di kantor Inspektorat Daerah, kantor Badan Perencanaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Kepegawaian Daerah serta Bappeda.

Kini komitmen sang Bupati, mulai menunjukkan hasil yang baik, paling tidak dalam penilaian Bappenas tentang kategori daerah berpredikat perencanaan terbaik tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Lahat masuk nominasi tiga besar selain Kabupaten Musi Rawas dan Kota Pagaralam dalam sekeksi tahap kedua tahun ini. Sebelumnya, pada 2013 Lahat menjadi peringkat kedua setelah Kasbupaten Muara Enim sebagai kabupaten dengan perencanaan terbaik di Sumsel. (korankito.com/adv/hms)