Bisa Dipercaya

Alex: Kasus Bupati OI, Contoh yang Harus Dihindari

2-Penyerahan SK Plt Bupati Ogan IlirPalembang – Wakil Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam resmi menjadi pengganti sementara AW Noviandi sebagai Bupati Ogan Ilir. Ilyas sudah menerima surat keputusan dari Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo.
Penyerahan Surat Keputusan No 131.16-3020 tahun 2016 tentang Pemberhentian Sementara Bupati OI, penunjukan Wakil Bupati Ogan Ilir Ilyas Pandji Alam sebagai pelaksana tugas (Plt) Bupati OI dilakukan Gubernur Sumsel Alex Noerdin di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Senin (21/3).
Gubernur Alex mengatakan, kejadian di Ogan Ilir harus menjadi contoh pemerintahan di Sumsel, baik para PNS di provinsi, kabupaten/kota se-Sumsel serta bupati/ walikota dan jajarannya di Sumsel. “Ini contoh yang tidak baik, contoh yang harus dihindari. Saya melantik tanggal 17 Februari, belum sampai satu bulan sudah seperti ini,” kata Alex.
Alex melanjutkan roda pemerintahan di Ogan Ilir harus berjalan sehingga penyerahan surat keputusan tersebut dilakukan secepatnya. “Mulai hari ini Ilyas Pandji bertugas menjadi Plt Bupati OI, dibantu dengan seluruh SKPD di OI,” tambah Alex.
Alex melanjutkan, hal-hal strategis dan dianggap sangat penting harus berkoordinasi dengan dirinya selaku Gubernur Sumsel. “Pemberhentian dan pengangkatan ini sementara sampai ada kepastian hukum yang jelas. Kepada seluruh SKPD, bekerjalah dengan baik. Kabupaten OI sudah kehilangan momen,” ujarnya.
Alex juga meminta perhatian kepada Dandim dan Polres di OI menjaga kalau ada gejolak yang timbul. “Silakan sidak tes narkoba, tapi jangan diumumkan. Bagi yang positif, tidak ada ampun,” kata Alex.
Alex melanjutkan, keputusan Mendagri ini untuk efek jera bagi pejabat yang bermasalah. “Bahkan menurut BNN masih ada lagi yang menjadi sasaran karena jejak narkoba itu kalau urine bisa hilang tetapi di rambut, sekian tahun masih bisa terlacak,” ujar Alex.
Usai menerima SK, Plt Bupati OI Ilyas mengatakan, dirinya akan menjalankan apa yang dipesankan oleh Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, yakni kerja keras, ikhlas dan cerdas.
“Kalau masih ada (pejabat) yang masih menggunakan narkoba pecat saja, silakan tangkap saja sama polisi. Kita juga akan kerjasama dengan BNN,” tandasnya. (korankito.com/reno)