Lahat Tujuan Wisata Sumsel

Aswari dan Bunda Lisa ajak para tamu dan mahasiswa uin raden fatah untuk berwisata di megalithLahat – Saat mengunjungi Situs Megalith III Tinggi Hari, Bupati Lahat H Saifudin Aswari Rivai SE, mengatakan, peninggalan nenek moyang  yang diperkirakan berusia hampir ribuan tahun, saat ini bisa dinikmati oleh generasi sekarang. Peninggalan berupa batu besar beserta ukiran yang menarik, menggambarkan situasi saat itu.

“Sebagai generasi sekarang kita harus menjaga dan melestarikannya. Kita mengajak mahasiswa KKN UIN Raden Fatah bersama tamu lain Bapak Edi Prabowo, anggota DPR RI Ibu Sri Meliyana dan semuanya supaya melihat peninggalan yang tinggi nilainya ini di Lahat,” kata Bupati Aswari seraya mengatakan mendukung Lahat menjadi salah satu tujuan wisata Sumsel.

Sekda Lahat Nasrun Aswari SE menambahkan, wisata alam air terjun dan wisata megalith memang harus dilestarikan dan diperkenalkan. Masyarakat juga harus mendukung pariwisata yang ada, sehingga wisatawan mau datang ke Lahat.

“Gumay Ulu memang masuk sebagai salah satu tujuan wisata Sumsel, bersama masyarakat, Pemerintah Lahat dan Pemerintah Sumsel, membangun infrastruktur pendukung yang ada,” jelasnya.

Dijelaskan Camat Gumay Ulu Santoso, Kecamatan Gumay Ulu memiliki potensi wisata yang banyak, terutama wisata alam yakni air terjun yang masing-masing desa saat ini giat membukanya. “Di Gumay Ulu sendiri ada 10 desa, kades dan warga berlomba-lomba memperkenalkan air terjun mereka. Setelah muncul beberapa kali di media tentang Cughup Buluh dan Cughup Maung di media nasional dan regional,” ungkap Santoso.

Selain itu ada juga wisata megalith di beberapa desa seperti Megalith Tinggi Hari I, II, III dan IV, juga Megalith Tanjung Raja dan beberapa wilayah lainnya. (KORANKITO.com/rika)