Bisa Dipercaya

Ditembak Petugas, Dua Bandit Nyerah!

IMG_2896Palembang – Amin dan rekannya Limin alias Cek (39) buronan pelaku perampokan, rubuh diterjang timah panas polisi. Setelah sebelumnya mereka berusaha melawan petugas yang akan menangkapnya.

Penangkapan Cek dilakukan di kediaman orangtuanya di Jalan Sriwijaya Raya, Kecamatan Karya Jaya, Selasa (15/3). Cek yang buron selama empat bulan, terus berpindah-pindah tempat persembunyian. Sampai akhirnya polisi berhasil mengamankan buronan ini.

Penyergapan Cek dipimpin Kasat Reskrim Kompol Maruly Pardede yang bersama anak buahnya harus ekstra kerja keras, sebab Cek berusaha melarikan diri dengan melompat ke sungai.

Berita Sejenis
1 daripada 10

Diberi tembakan peringatan ke udara sekali pun, Cek tetap tak mau menyerah. Bahkan hingga malam, Cek masih bertahan di dalam sungai dengan menggunakan ember untuk bernapas. Akhirnya petugas menceburkan diri ke sungai dan di saat itulah, Cek melakukan perlawanan. Terjadilah pergulatan seru dan Cek pun tak berkutik lagi saat dihadiahi timah panas di kakinya.

Sebelum menangkap Cek, petugas lebih dulu mengamankan Amir (42), rekan Cek yang juga diburu polisi. Amir warga Jalan Bulu Tangkis, Kecamatan Sukarami KM 11, Palembang ini, mencoba untuk kabur saat petugas datang.

Kasat Reskrim Kompol Maruly Pardede, didampingi Kanit Pidum Akp Robert Siombing, mengatakan, kedua pelaku kejahatan tadi sudah masuk DPO (Daftar Pencarian Orang) ” Sudah 4 bulan keduanya kita kejar. Hingga akhirnya keberadaan mereka kita ketahui dan langsung kita tangkap,” ungkap Maruly.

Ditegaskan Maruly,” Awalnya kita sudah baik-baik melakukan penangkapan terhadap dua pelaku ini. Namun saat dilakukan penangkapan, mereka hendak kabur dan terpaksa kita lumpuhkan, setelah sebelumnya kita lepaskan tembakan ke udara”.

Selain mengamankan kedua tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti, yakni sepucuk senpi rakitan, motor yang digunakan pelaku saat beraksi. “Ya, masih satu pelaku lagi kami kejar. Namun inisialnya kami belum bisa sebutkan. Atas ulahnya, pelaku akan dikenakan Pasal 365 KHUP, dengan ancaman kurungan penjara 5 tahun,” kata Maruly.

Cek mengaku melakukan aksi perampokan karena tidak ada pekerjaan, “Saya terpaksa pak melakukan ini, karena saya tidak mempunyai pekerjaan. Saya juga nyebur ke sungai karena saya takut, karena sudah dikepung polisi, saya takut mati pak,” akunya.

Penjahat Siang Bolong

Sekadar membalik kisah, aksi Cek dan kawan-kawannya terjadi pada siang bolong, Senin (26/10) tahun lalu. Peristiwa terjadi di kawasan Pasar Sungki, Jalan Abikusno, Simpang Sunan, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang.

Perampokan terjadi di Toko Manisan Ali Marwan milik Ungayen alias Ayen ‎(42). Namun aksi ini mendapat perlawanan dari pemilik toko dan warga di sana langsung mengepung. Satu pelaku, Jahiya (37) tewas dihakimi massa.

Saat kejadian, Ayen baru keluar toko hendak menuju bank bersama anaknya, Hendra (27). Saat dirinya menunggu sang anak menjemput dengan mobil, para pelaku menghadang. Ayen berusaha mempertahankan uang di tangannya senilai Rp300 juta yang akan disetor ke bank.

Hendra pun langsung keluar dari mobil dan berusaha menyelamatkan orangtuanya. Perlawanan dari Hendra membuat para pelaku kalang kabut. Pelaku kemudian menembakan pistolnya dan mengenao lengan kanan Hendra.

Sempat terjadi perlawanan dari Hendra yang menyebabkan pelaku kalang kabut kemudian menembak Ayen dan mengenai di pinggang bagian belakangnya. Tak hanya sampai disitu, pelaku juga menembakkan senjatanya ke arah Hendra dan mengenai lengan bagian kanan.

Selain satu pelaku yang tewas diamuk massa, satu pelaku lain, Dian (41) berhasil diringkus. Namun pelaku ini, meninggal dunia karena menderita diabetes dan dilarikan ke RS Bhayangkara namun nyawanya tak tertolong.

Dan, akhirnya, Cek dan Amir pun diringkus setelah sebelumnya terjadi perlawanan dan menyerah setelah ditembak petugas. O roky