Bisa Dipercaya

Mahasiswi Dicelurit, HP Dirampas

IMG_2869 (1)Palembang – Dwi Oktariani (18) menderita luka robek jari akibat diclurit penjahat di angkutan umum. Akibatnya, selain mengalami luka, mahasiswi Stikes Bina Husada itu kehilangan handphone (HP) seharga Rp2 juta.

Cerita naas terjadi, saat Dwi pulang kuliah dan menumpang angkutan umum Jurusan Ampera – Plaju, Senin (14/3). Saat kendaraan melaju di depan Kampus Bina Dharma, tiba-tiba dari belakang seseorang mengalungkan celurit ke lehernya.

Sontak, warga Jalan Kapten Abdullah Nomor 30, RT 10 / RW 03, Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju, Palembang ini langsung bereaksi. Awalnya dikira orang itu bercanda, sampai akhirnya ia baru sadar saat HP-nya dipaksa pindah tangan dan ia pun meronta.

Berita Sejenis

Mendapat perlawanan, celurit pun ditebaskan ke jari Dwi. “Saya itu mau SMS dosen, waktu ngeluarin handpone tiba-tiba celurit sudah di leher saya pak dan pelaku meminta untuk menyerahkan handphone itu. Awalnya saya kira ada orang yang bercanda, jadi saya toleh ke belakang dan sempat melihat
wajahnya. Saya sedikit memberontak dan berusaha melepaskan celurit tersebut, pelaku marah dan menyabetkan celurit tersebut sampai jari kelingking saya luka,” ungkapnya saat melapor ke Mapolresta Palembang, Senin (14/3).

Setelah mengobati lukanya, Dwi pun melapor ke polisi. “Baru kali ini mengalami seperti ini pak, saat berhasil dapatkan handphone saya dia langsung turun dan ada pelaku lain pakai motor yang ternyata sudah menunggu. Keduanya langsung kabur, saya harap pelaku bisa segera ditangkap pak,” jelasnya.

Tentang kejadian ini, Kasat Reskrim Mapolresta Palembang, Kompol Marully Pardede SIk melalui Kanit SPK, Iptu Cek Mantri membenarkan pihaknya telah menerima laporan korban dengan tanda bukti nomor LP/B-688/III/2016/Resta/Sumsel. “Laporan sudah kita terima dan akan ditindaklanjuti, bisa dikenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan,”pungkasnya. O roki