Bisa Dipercaya

‘Kurir Sabu’ Lompat Tembok, Bupati Ditangkap

Penangkapan Bupati Ogan Ilir. Bupati Ogan Ilir (OI) Ahmad Wazir Nofiandi (Tengah) saat tiba di Bandara Sultan Mahmud Baddarudin (SMB) II Palembang, Senin (14/3).  Bupati Ogan Ilir (OI) Ahmad Wazir Nofiandi dibawa petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait kasus penyalah gunaan narkoba.
Bupati Ogan Ilir (OI) Ahmad Wazir Noviadi (Tengah) saat tiba di Bandara Sultan Mahmud Baddarudin (SMB) II Palembang, Senin (14/3). Sesaat sebelum dibawa ke Jakarta, terkait dugaa kasus narkoba.

Palembang –   Penangkapan Bupati Ogan Ilir (OI) Ahmad Wazir Noviadi (27), Minggu (13/3) malam, menyisakan banyak cerita. Apa dan bagaimana kisahnya, seperti inilah kronologinya:

Sekitar Pukul 19.30 Wib Minggu 13 Maret 2016, Tim BNN Pusat melihat Bupati Ogan Ilir ingin  keluar rumah menaiki mobil Fortuner hitam, namun tidak jadi pergi dan masuk kembali ke dalam rumah di Jalan Musyawarah, Kecamatan Ilir Barat II Gandus, Palembang.

Berita Sejenis
1 daripada 4

Petugas BNN kemudian berusaha masuk, karena Target Operasi (TO) positif berada di dalam rumah. Namun petugas BNN dihalangi Pol PP yang menjaga rumah Mawardi Yahya, ayahanda Ahmad Wazir Noviadi. Saat itu sekitar pukul 19.45 Wib, petugas BNN bersitegang dengan Pol PP hingga membuat Mawardi Yahya keluar dan mendekati pintu pagar rumah bersama Pol PP. Suasana tegang semaikin menjadi. Mawardi Yahya ikut bersitegang dengan petugas BNN dan bersikeras tidak bersedia membuka pintu pagar rumah yang cukup tinggi itu.

Mawardi Yahya menelpon pengacara pribadinya, Febuarrahman, sementara petugas BNN terus berupaya agar bisa masuk. Tak lama kemudian Febuarrahman datang.

Petugas BNN yang mengepung rumah tersebut menemukan seorang tak dikenal meloncat dari tembok rumah bagian belakang, dan berhasil ditangkap petugas BNN di semak semak belakang rumah Mawardi Yahya.  Belakangan diketahui, orang tersebut ternyata kurir sabu sang bupati. Mendapat pengakuan tersebut, petugas BNN menerjang pagar dan masuk paksa ke rumah Mawardi Yahya.

Semua orang yang berada di dalam rumah tersebut diamankan petugas BNN, termasuk Mawardi Yahya dan Wakil Bupati Ogan Ilir yang juga berada di dalam rumah tersebut.

Petugas BNN menggeledah rumah tersebut untuk menemukan barang bukti narkoba, namun tidak ditemukan. Diduga barang bukti sudah dibuang terlebih dahulu, karena kesempatan untuk membuang barang tersebut cukup panjang.

Akhirnya, sang bupati, bersama 10 orang yang mengaku ajudan bupati, wakil bupati, para pembantu rumah tangga dan Mawardi Yahya sendiri, dibawa ke kantor BNN propinsi di kawasan Jakabaring untuk diperiksa.

Lalu, Senin siang 14 Maret 2016, bupati, ‘kurirnya’, pembantu rumah tangga dan dua orang PNS diterbangkan ke Jakarta. Sebab berdasarkan hasil tes urine, mereka positif mengonsumsi narkoba. O kir