Bibit Buah Ditabur, Lahat Subur

Tabur Bibit Buah untuk LahatLahat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat bukan cuma fokus pada pembangunan infrastruktur fisik. Di bawah kepemimpinan H Aswari Riva’i, wilayah yang memiliki luas 4.361,83 kilometer persegi tersebut ternyata berkosentrasi pula pada pemberdayaan potensi masyarakat khususnya di sektor perkebunan.

Sang Bupati melihat dari 384.600 jiwa jumlah penduduk Lahat 75% di antaranya hidup sebagai petani baik itu perkebunan maupun persawahan. ‘’Mayoritas masyarakat Lahat berprofesi sebagai petani, artinya potensi itu harus secara maksimal terus dikembangkan,’’ ujar Aswari.

Langkah nyata Pemkab Lahat untuk mendorong potensi tersebut lewat pembagian maupun penanaman beragam bibit buah-buahan. Seperti yang dilakukan Aswari bersama jajaran pimpinan satuan kerja kerja perangkat daerah (SKPD) serta kelompok tani Sriwijaya dengan melakukan penanaman perdana bibit pohon buah naga, di Desa Bungamas, Kecamatan Kikim Timur, pekan lalu.

Diharapkan, upaya tersebut mampu mewujudkan Kecamatan Kikim Timur sebagai kawasan sentra penghasil buah di Kabupaten Lahat. “Alhamdulillah, kami sangat bangga dengan upaya-upaya pengembangan wilayah seperti ini. Kami yakin, ke depannya akan membawa dampak positif serta kebaikan yang ada,” ungkap Aswari.

Dia mengatakan, dipilihnya komoditi buah naga, karena selain gampang menanamnya, berikut perawatan, di sisi lain ke depan harga atau nilai jual dari buah naga sendiri diketahui cukup menggiurkan.

Bahkan, Aswari berjanji bisa lebih ditingkatkan lagi dikemudian hari. Sekiranya, nanti tak hanya satu kelompok tani saja yang melaksanakannya, melainkan juga diikuti oleh kelompok-kelompok tani lainnya. Sehingga, selain menanam komoditi karet, sawit atau yang lainnya, mereka juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan, khususnya dari penanaman buah naga itu sendiri.

“Pemkab Insya Allah akan mendukung penuh upaya seperti itu, terutama pemberian bantuan bibit dan termasuk soal pemasarannya. Semuanya jelas akan membawa dampak positif bagi masyarakat itu sendiri, jika benar-benar dilaksanakan dengan baik,” beber Aswari serius.

Sebelumnya keseriusan Aswari semacam itu telah dilakukan di taman buah Tebing Panjang, pada momen Perkemahan Wirakarya Pramuka yang digelar Kwartir Cabang Lahat di Desa Tanjung Menang, Kecamatan Tanjung Tebat, sebanyak 3000 bibit buah-buahan ditanam di tempat tersebut, beberapa waktu silam.

Di lahan seluas 60 hektare itu telah ditanam 6000 bibit buah dari 80 jenis dan taman tersebut juga menjadi tempat pelestarian tanamam langka, selain menjadi taman bermain maupun lokasi perkemahan. ‘’Untuk itu mari kita rawat tempat itu, dan bukan mustahil akan menjadi taman buah terbesar di Sumatera Selatan sehingga menjadi kebanggan masyaralat Lahat,’’ paparnya.

Ternyata, kesungguhan Aswari menebar bibit buah-buahan kerap dilakukan dalam beragam kesempatan. Saban berkunjung ke pelosok desa, orang nomor satu di Bumi Seganti Setungguan itu juga membawa beragam jenis bibit buah yang dibagikan kepada masyarakat. ‘’Memang saya berharap setiap warga melakukan penanaman buah-buahan di sekitar pekarangannya. Selain bermanfaat untuk kelestarian alam juga mendapat hasil secara ekonomis,’’ katanya.

Tidak terkecuali pula pada acara serah terima mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN), Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, awal bulan lalu. Aswari juga menitipkan 1000 bibit buah nangka yang harus ditanam 532 mahasiswa KKN di empat kecamatan yakni Kecamatan Jarai, Pajar Bulan, Suka Merindu, serta Kecamatan Muara Payang. ‘’Sengaja saya titipkan bibit buah-buahan agar para mahasiswa juga memahami arti pentingnya potensi yang ada di Lahat ini,’’ kata Aswari. (KORANKITO.com/adv/hms)