Bisa Dipercaya

Wasit jadi Kambing Hitam Kegagalan SFC ke Final

SFC SamarindaKorankito.com, Samarinda – Manajemen Laskar Wong Kito, memprotes keras wasit yang memimpin partai kedua babak enam besar turnamen Piala Gubernur Kalimantan Timur, antara Sriwijaya FC berhadapan dengan Surabaya United, di Stadion Gelora Segiri, Kamis (10/3).

Pasalnya, gelandang pengangkut air SFC, Yu Hyun Koo, mendapatkan luka lebam usai terkena sikut dari pemain Surabaya United, Emile Mbamba. Namun, wasit Nopendri tidak memberikan peringatan maupun kartu kuning bagi Emile, terkait insiden tersebut.

“Kami memprotes keras wasit Nopendri, karena harusnya dia melindungi pemain saat pertandingan berlangsung,” ujar Sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dihubungi awak media.

Berita Sejenis
1 daripada 147

Haris panggilan akrabnya menambahkan, hal tersebut bukanlah yang pertama kali klub kebanggan masyarakat Sumsel ini, dirugikan oleh wasit Nopendri. Menurutnya, pada laga babak penyisihan grup B saat menghadapi Madura United, SFC juga merasakan hal yang sama.

“Akibatnya, Firman Utina harus menjadi korbannya. Dia tidak bisa bermain karena retak di bagian kaki kirinya, usai dilanggar Asep Berlian. Sama seperti saat ini, kejadian itu luput dari pengamatan wasit dan tidak ada peringatan atau kartu,” tuturnya.

Sementara itu, asisten pelatih klub yang bermarkas di Jakabaring ini, Hartono Ruslan mengakui jika kualitas wasit pada turnamen Piala Gubernur Kaltim, sangat buruk.

“Tadi pun gol lawan berasal dari pelanggaran yang bisa diperdebatkan, Beto dijatuhkan namun SFC yang mendapat hukuman. Wasit harusnya lebih jeli dan siap memimpin pertandingan yang penting dan dalam tensi tinggi,” tandasnya. (andi)