Bisa Dipercaya

Jangan Sampai Tak Mampu Bangun Sekolah

Ahmad Sarkasih
Ahmad Sarkasih

Berbicara pembangunan di Sumatera Selatan, kata yang terucap pertama dari orang yang baru pertama sekali menginjakkan kaki di Bumi Sriwijaya ini adalah hebat. Kata yang mewakili ketakjuban akan kemajuan pembangunan yang luar biasa ini merupakan hal yang wajar.

Pasalnya, Pemerintah Provinsi Sumsel sedang giat-giatnya melakukan pembangunan untuk menjadikan provinsi terdepan di Indonesia. Rasa bangga menjadi rakyat dan hidup di Sumsel sering terucap oleh rakyatnya saat menceritakan kemajuan Sumsel.

Berita Sejenis

Menata Pendidikan Dari Sudut Negeri

Pemerintah Tidak Perlu Minta Maaf Kepada Eks PKI

Sumsel Populer di Mata Dunia

1 daripada 2

Rasa bangga ini pun terucap dari Ketua Gerakan Pemuda Ansor Sumsel, Ahmad Zarkasih SHI MM. “Rasa bangga saat ini kita menjadi rakyat Sumsel. Sumsel sudah menjadi daerah yang terkenal baik nasional maupun internasional,” ungkap Zarkasih.

Menurut wakil rakyat Banyuasin ini, pembangunan Sumsel khususnya infrastruktur mengalami kemajuan yang luar biasa, berbagai proyek infrastruktur kini sedang dibangun.

“Kini proyek mercusuar sedang dibangun oleh Sumsel seperti Light Rapid Transit dan juga jalan tol. Semua itu bukti keberhasilan pembangunan sehingga tidak diragukan lagi Sumsel menjadi daerah yang maju baik pembangunan maupun teknologinya,” katanya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan memang pembangunan di Sumsel kini difokuskan di Palembang tapi hal ini wajar karena Palembang sebagai ibukota Sumsel dan gerbang bagi Sumsel. “Memang pembangunan daerah lain juga perlu dilakukan tapi akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan,” lanjut Zarkasih.

Pembangunan Sumsel yang sangat pesat ini, tambah Zarkasih, haruslah melibatkan masyarakat Sumsel, jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. “Pemerintah harus harus melibatkan putra daerah yang memiliki kompetensi di bidangnya, jangan sampai kita hanya melihat saja,” tuturnya.

Namun, Zarkasih mengingatkan agar pemerintah dapat mengantisipasi dampak negatif dari pembangunan yang dilakukan dari sisi sosial dan ekonomi masyarakat yang ada.

“Pembangunan Sumsel pesat, semua mata melirik Sumsel khususnya investor. Tapi jangan sampai juga, pemerintah hanya asyik membangun saja tanpa melihat dampak negatif yang ditimbulkan dari pembangunan itu seperti masalah sosial dan ekonomi di masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Zarkasih, pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah, haruslah seimbang dengan pembangunan sumber daya manusia yang ada di Sumsel.

“Peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) juga harus dilakukan. Kita jangan sampai terlena untuk membangunan SDM itu. Sehingga pembangunan daerah jalan, SDM yang akan mengisinya juga sudah siap ” tuturnya.

Dijelaskannya, memang saat ini pemerintah sudah memikirkan peningkatan IPM itu melalui sekolah gratis hingga kuliah gratis, tapi pemerintah juga harus mampu membangunan pendidikan itu dari sisi infrastrukturnya.

“Jangan sampai juga, pembangunan infrastruktur mulai dari jalan hingga LRT mampu dilakukan tapi membangun atau memperbaiki bangunan sekolah yang rusak tidak mampu dilakukan,” ujarnya.

Secara ekonomi, Zarkasih melihat memang Sumsel masih mengalami imbas dari gejolak ekonomi global tapi ini meminta juga pemerintah dapat melakukan perannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

“Sumsel kini masih mengandalkan komoditas perkebunan untuk ekonominya, seperti karet, sawit, dan lainnya. Nah, untuk saat ini komoditas itu harganya sedang melemah. Maka pemerintah harus bisa mencari solusi untuk mengalihkan ke komoditas lain sebagai langkah menyelamatkan kesejahteraan rakyat khususnya petani,” katanya seraya menambahkan jika komoditas ubi racun bisa menjadi alternatif lain yang bisa dikelola oleh masyarakat Sumsel. (korankito.com/reno)