Bisa Dipercaya

Gagal ke Final, Pelatih SFC Sebut Tidak Beruntung

DAPKorankito.com, Samarinda – Sriwijaya FC gagal lolos ke babak final turnamen Piala Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), setelah pada dua laga di Stadion Gelora Segiri, Kamis (10/3), harus puas berada di peringkat kedua dengan perolehan tiga angka.

Torehan tersebut diperoleh saat kalah dengan Pusamania Borneo FC, lewat drama adu pinalti dengan skor 4-2. Sedangkan pada laga berikutnya, berhasil menang saat berhadapan dengan Surabaya United, juga melalui drama titik putih.

Asisten pelatih Laskar Wong Kito, Hartono Ruslan mengatakan, klub kebanggaan masyarakat Sumsel ini hanya kurang beruntung saja di turnamen Piala Gubernur Kaltim. Menurutnya, anak asuhnya telah bekerja keras sepanjang permainan.

Berita Sejenis
1 daripada 148

“Pada dua pertandingan tadi, kita selalu memimpin dua kali dibabak ini. Namun inilah sepakbola, semuanya bisa terjadi,” ucap Hartono panggilan akrabnya saat dimintai konfirmasi melalui sambungan telepon.

Disinggung mengenai format trofeo pada babak semifinal Piala Gubernur Kaltom, dirinya enggan berkomentar banyak. Lantaran, enam klub yang lolos semifinal, juga merasakan hal yang sama. “Soal format trofeo, kami tidak mempermasalahkannya karena tim lain yang juga merasakan yang sama,” imbuhnya.

Sementara itu, pemain belakang SFC, Achmad Jufrianto mengatakan, kebijakan panitia untuk menggunakan sistem trofeo babak enam besar, terasa  kurang greget dan seru dalam segi permainan.

“Kalau boleh memilih, tentu lebih seru kalau menggunakan semifinal murni. Tetapi ini bukan untuk mencari alasan, yang jelas SFC sudah berusaha sebaik mungkin. Dalam adu penalti, faktor keberutungan juga berpengaruh,” ujarnya. (Andi)